Hubungan antara dopamin dan asetilkolin

Dopamin dan asetilkolin merupakan neurotransmiter penting dalam tubuh dan keduanya bekerja secara berlawanan satu sama lain. Ketika keseimbangan antara keduanya dipertahankan dalam kondisi normal, tubuh dapat berfungsi secara normal. Ketika keseimbangannya tidak seimbang, berbagai gangguan gerakan dapat terjadi, seperti penyakit Parkinson, di mana hilangnya neuron dopaminergik dalam sistem nigrostriatal, yang terutama disebabkan oleh degenerasi dan apoptosis, menyebabkan penurunan produksi dopamin di otak, menyebabkan hiperaktifitas asetilkolin yang relatif, sehingga meningkatkan tonus otot, postur dan gaya berjalan yang tidak normal, gerakan yang melambat, serta istirahat. Hasilnya adalah peningkatan tonus otot, postur dan gaya berjalan yang tidak normal, bradikinesia, dan tremor saat istirahat. Peningkatan gerakan terlihat pada fungsi hiperdopaminergik dengan penekanan asetilkolin, seperti pada berbagai jenis korea, gerakan melempar yang eksentrik, dan ADHD.