Apa itu Terapi Tari

Terapi tari adalah jenis psikoterapi yang menggunakan tarian atau gerakan improvisasi untuk mengobati gangguan sosial, emosional, kognitif, dan penyakit fisik, serta untuk mengubah pikiran seseorang. Tarian tidak hanya melatih tubuh, tetapi juga mengekspresikan pikiran dan emosi, yang pada gilirannya menyesuaikan dan meningkatkan suasana hati, menjadikannya metode terapi yang mengintegrasikan pikiran dan tubuh. Di negara-negara Barat, terapi tari telah terbukti sebagai bentuk psikoterapi yang istimewa dan efektif. Sebagai metode terapi yang mengintegrasikan pikiran dan tubuh, terapi ini lebih cocok untuk pasien dengan penyakit psikosomatis tertentu dan insomnia. Tindakan pencegahan dalam terapi tari: (1) Pemilihan irama tari. Untuk latihan di siang hari, tempo cepat dapat dilakukan; untuk orang paruh baya dan lanjut usia, tempo lambat sesuai untuk tarian malam. (2) Lingkungan tempat menari. Sirkulasi udara, pencahayaan yang sesuai, lingkungan yang bersih. (3) Intensitas menari. Berlatih bela diri 1-2 kali sehari, setiap kali 30-60 menit adalah tepat. (4) Jenis tarian. Pasien insomnia yang sudah lanjut usia dan lemah, sebaiknya tidak memilih tarian yang terlalu banyak gerakan, terlalu banyak, ritme tarian yang terlalu kuat. Untuk memilih musik dansa yang sehat dan positif, elegan dan lembut, tidak boleh memilih musik yang rendah atau terlalu bersemangat, agar tidak mempengaruhi suasana hati dan tidur.