Seperti apa rasanya nyeri saraf
Beberapa orang merasakannya sebagai rasa sakit yang tiba-tiba dan tajam menusuk di malam hari, sementara yang lain mungkin merasakannya sebagai kesemutan yang konstan, mati rasa, rasa sakit yang membakar, dll. Meskipun neuralgia bisa sangat menyakitkan, namun dapat ditangani dengan baik jika diobati dengan benar.
Kesadaran akan rasa sakit
Rasa sakit penting untuk kelangsungan hidup manusia. Ini adalah sinyal peringatan bahwa ketika kita terlalu dekat dengan bahaya (api, paku, dll.), saraf mengirimkan sinyal listrik ke otak, menghasilkan sensasi rasa sakit dan tindakan penghindaran yang sesuai. Namun, jika saraf rusak, sistem ini menjadi terganggu dan saraf yang rusak mengirimkan sinyal yang salah ke otak untuk menghasilkan rasa sakit ketika sebenarnya tidak ada rangsangan yang merugikan, atau dalam kasus lain, saraf yang rusak menjadi tumpul terhadap stimulus yang benar-benar merugikan.
Penyebab neuralgia
Nyeri saraf dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari merasakan sakit saat mengantri hingga gerakan seprai sekecil apapun saat tidur.
Ketumpulan sensorik
Kerusakan saraf dapat bermanifestasi sebagai hilangnya sensasi dan mati rasa di ujung jari, sehingga sulit untuk melakukan beberapa tugas yang memerlukan penggunaan jari. Banyak orang merasa seperti bekerja dengan sarung tangan di tangan mereka sepanjang waktu.
Dampak pada tidur
Nyeri saraf sering kali lebih buruk di malam hari dan dapat dibuat tak tertahankan dengan menyentuh seprai atau tekanan yang meningkat saat berbaring. Jika nyeri saraf mengganggu tidur, penting untuk memberi tahu dokter Anda, dan penyesuaian gaya hidup dan pengobatan oral Anda dapat memberikan kelegaan.
Kehilangan keseimbangan
Selain mati rasa yang disebabkan oleh kerusakan saraf, mungkin juga ada efek pada kekuatan otot dan hilangnya keseimbangan. Jika hal ini terjadi, mungkin perlu mencari bantuan praktisi rehabilitasi untuk menyesuaikan kondisi tersebut.
Ketidakpekaan terhadap rangsangan yang merugikan
Selain menyebabkan rasa nyeri, kerusakan saraf juga dapat menyebabkan sensasi tumpul dan ketidakpekaan terhadap rangsangan yang merugikan, dan orang yang mengalami kerusakan saraf sering kali tidak menyadari cedera yang dialaminya. Dokter mungkin meminta pasien untuk sering melakukan pemeriksaan sendiri, terutama pada kaki, untuk melihat apakah ada kerusakan yang dapat menyebabkan hasil yang merugikan.
Perkembangan nyeri saraf
Jika tidak diobati, neuralgia akan terus memburuk dan kerusakan saraf akan terus berkembang dari ujung saraf (tangan dan kaki) ke ekstremitas proksimal. Namun demikian, jika diobati secara dini dan efektif, proses ini dapat dihentikan dengan baik atau bahkan dibalikkan.
Mengukur rasa sakit
Sebagian besar nyeri saraf dapat ditangani secara efektif. Ketika mengunjungi rumah sakit, dokter biasanya mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut: Berapa lama rasa sakitnya sudah ada? Seperti apa rasanya? Apakah hal itu memengaruhi kehidupan dan pekerjaan Anda? Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu dokter untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi dan memfasilitasi pengobatan.
Faktor risiko untuk nyeri neuropatik
Beberapa kondisi kronis seperti diabetes, kanker dan herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Penting untuk menemukan penyebab masalahnya dan mengobatinya bisa membuat perbedaan.
Obat-obatan penghilang rasa sakit
Obat nyeri yang umum termasuk analgesik non-steroid seperti ibuprofen dan acetaminophen. Krim dan koyo pereda nyeri juga dapat digunakan.
Obat resep untuk nyeri neuropatik
Obat yang umum digunakan untuk nyeri neuropatik adalah antidepresan dan antiepilepsi.
Metode lain
Selain perawatan yang diberikan oleh dokter Anda, seperti obat-obatan, penting juga untuk mempertahankan olahraga yang tepat dan pengendalian berat badan.