Makan labu dan sering kentut mungkin merupakan reaksi fisiologis yang normal, tetapi jika hal ini sering terjadi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan.
Karena labu kaya akan serat makanan, dan kandungan gula serta pati labu juga tinggi, dapat mempercepat gerak peristaltik saluran pencernaan. Hal ini juga dapat meningkatkan pencernaan tubuh, yang kondusif untuk keluarnya gas di saluran usus, sehingga konsumsi labu kuning muncul banyak fenomena kentut.
Oleh karena itu, labu memiliki efek terapi tambahan yang lebih baik pada sembelit, dan memiliki efek terapi yang lebih baik pada orang dengan limpa dan perut yang lemah.
Selain itu, pektin yang terkandung dalam labu kuning dapat melindungi selaput lendir saluran cerna, sehingga mengurangi kerusakan saluran cerna yang disebabkan oleh bahan perangsang dalam makanan. Dalam pola makan biasa, Anda perlu memperhatikan makan teratur, tidak makan berlebihan, dan mengembangkan kebiasaan makan yang baik.