Ini adalah infeksi purulen pada sistem genitourinari yang disebabkan oleh bakteri gonococcus. Pada pria, sering ditandai dengan seringnya, mendesak, buang air kecil yang menyakitkan dan keluarnya cairan bernanah dari uretra, sedangkan pada wanita sering ditandai dengan meningkatnya keputihan yang kekuningan. Namun demikian, penting untuk dicatat bahwa banyak orang dengan infeksi mungkin tidak memiliki gejala apa pun. Pengobatan yang tertunda dan tidak teratur dapat menyebabkan komplikasi seperti prostatitis, penyakit radang panggul, penyakit radang tuba, gonore, dan gejala sisa lainnya seperti kebutaan dan infertilitas. Penyakit ini terutama ditularkan melalui kontak seksual dan, pada tingkat yang lebih rendah, melalui peralatan rumah tangga yang terkontaminasi, dan wanita hamil juga dapat menularkannya kepada bayi mereka yang baru lahir saat melahirkan. Pengobatan: Pengobatan dini, memadai dan teratur dengan antibiotik sensitif dan pengobatan pasangan seksual secara simultan. 1. Cari pertolongan medis yang tepat: pergi ke rumah sakit biasa untuk pemeriksaan dan perawatan untuk menghindari kesalahan diagnosis dan perlakuan yang salah. 2. Deteksi dan pengobatan dini dapat menghindari komplikasi dan efek setelahnya. 3. Bersikeras untuk melakukan perawatan secara teratur dan penuh. 4. Pasangan seksual harus dilihat dan diobati pada saat yang sama. 5. Hindari hubungan seksual selama masa pengobatan. 6. Hindari minum alkohol dan makan makanan pedas dan merangsang selama pengobatan. 7, perhatikan desinfeksi dan isolasi: pakaian dalam harus rajin disetrika dan dicuci, jangan bercampur dengan anggota keluarga, gunakan bak mandi terpisah, dan tidur di tempat tidur terpisah dengan anak-anak. 8. Periksa PMS lainnya: uretritis non-gonokokal, sifilis, AIDS, dll. 9. Penggunaan kondom yang benar dapat secara efektif mencegah gonore.