Penyakit Parkinson terutama mencakup empat tanda utama: 1, tremor statis: tremor sering kali merupakan manifestasi paling awal dari timbulnya penyakit ini, biasanya dimulai dari bagian distal salah satu sisi ekstremitas atas, terutama ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, yang dimanifestasikan dengan jari-jari seperti menggosok pil atau menghitung uang kertas sebagai gerakan. Kemudian secara bertahap meluas ke tungkai bawah ipsilateral dan tungkai kontralateral, dan pada tahap akhir, dapat menyebar ke rahang, bibir, lidah, dan kepala. Pada tahap awal penyakit ini, pasien tidak terlalu peduli dengan tremor, yang sering terjadi ketika jari-jari atau anggota tubuh berada pada posisi tertentu, dan menghilang ketika posisi tersebut diubah. Kemudian, tremor berkembang hanya ketika anggota tubuh tidak bergerak, misalnya, ketika menonton TV atau berbicara dengan orang lain, anggota tubuh tiba-tiba menunjukkan tremor yang tidak disengaja, dan tremor berkurang atau berhenti ketika posisi diubah atau ketika ada gerakan, sehingga disebut tremor stasioner, yang merupakan ciri terpenting dari tremor penyakit Parkinson. Tremor ini memburuk ketika pasien gelisah atau gugup, dan dapat hilang sepenuhnya selama tidur. Ciri lain dari tremor adalah sifatnya yang berirama, dengan frekuensi 4-7 getaran per detik. Fitur ini juga dapat membantu kita membedakan penyakit lain, seperti yang disebabkan oleh korea, gangguan serebelum, dan hipertiroidisme. 2, ankilosis otot: Anggota badan dan tubuh pasien penyakit Parkinson biasanya kehilangan kelenturan dan menjadi sangat kaku. Tahap awal penyakit ini dimulai dari satu sisi anggota tubuh. Awalnya, anggota tubuh terasa tidak fleksibel dan kaku, dan secara bertahap memburuk, ada gerakan yang lambat, dan bahkan sulit untuk melakukan beberapa tindakan kehidupan sehari-hari. Jika Anda mengangkat lengan atau kaki pasien dan membantunya menggerakkan persendiannya, Anda pasti akan merasakan bahwa anggota tubuhnya kaku dan sangat sulit untuk menggerakkan persendiannya, seperti melipat pipa timah ke depan dan ke belakang. Jika anggota tubuh yang terkena mengalami tremor pada saat yang sama, ada rasa stagnasi yang terputus-putus, seperti perasaan dua roda gigi yang tersumbat berputar. 3, keterbelakangan motorik: pada tahap awal, karena otot lengan atas dan otot jari ankilosis, anggota tubuh bagian atas pasien sering tidak dapat melakukan gerakan halus, seperti melepaskan tali sepatu, kancing dan tindakan lainnya menjadi jauh lebih lambat dari sebelumnya, atau tidak dapat diselesaikan dengan baik. Menulis juga secara bertahap menjadi sulit, dan tulisan tangan membungkuk dan menjadi semakin kecil, yang disebut “mikrografia” dalam dunia kedokteran. Gerakan otot wajah berkurang, pasien jarang berkedip, rotasi mata juga berkurang, dan ekspresinya kusam, seolah-olah memakai topeng, yang secara medis dikenal sebagai “topeng wajah”. Saat berjalan, sulit untuk memulai, begitu dimulai, tubuh condong ke depan, pusat gravitasi bergeser ke depan, langkahnya kecil tetapi semakin cepat, tidak dapat berhenti tepat waktu, yaitu “gaya berjalan panik”. Ayunan terkoordinasi dari tungkai atas di sisi yang terkena berkurang atau bahkan menghilang selama berjalan; sulit untuk berbalik, dan dibutuhkan beberapa langkah kecil yang terputus-putus secara berurutan untuk berbalik. Karena gangguan motorik pada mulut, lidah, rahang dan otot-otot faring, pasien tidak dapat menelan air liur secara alami, sehingga menghasilkan air liur yang banyak. Kemampuan bicara berkurang dan suaranya rendah dan monoton. Pada kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan tersedak makanan dan air. Pada stadium lanjut penyakit ini, pasien tidak dapat berdiri sendiri setelah duduk, tidak dapat membalikkan badan sendiri setelah berbaring di tempat tidur, dan tidak dapat mengurus diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari. 4, gangguan keseimbangan postural: meskipun seluruh otot tubuh pasien dapat terlibat, ketegangan otot meningkat, tetapi saat istirahat ketegangan otot fleksor lebih tinggi daripada otot ekstensor, sehingga pasien memiliki postur khusus: kepala dimiringkan ke depan, batang tubuh sedikit tertekuk, lengan atas ditarik, sendi siku ditekuk, pergelangan tangan sedikit terentang, sendi metakarpofalangeal ditekuk sementara sendi interphalangeal diluruskan, ibu jari berlawanan dengan telapak tangan, dan sendi pinggul dan lutut sedikit tertekuk. Selain gejala-gejala utama ini, pasien juga dapat mengalami disfungsi vegetatif, seperti peningkatan sekresi air liur dan kelenjar sebasea, peningkatan atau penurunan sekresi keringat, kesulitan buang air besar dan buang air kecil, dan hipotensi tegak. Pada beberapa pasien, gejala kejiwaan seperti demensia atau depresi dapat muncul.