Pelatihan di rumah untuk anak-anak dengan sindrom Tourette meliputi membangun kembali kepercayaan diri, keteraturan, dan pengalihan perhatian.
1. Membangun kembali kepercayaan diri: Orang tua harus terlebih dahulu menurunkan ekspektasi psikologis mereka dan memahami bahwa ini adalah tugas jangka panjang. Ketika seorang anak mengalami episode tic, jangan memaksakan kontrol dan membiarkan gejala tic terjadi.
Orang tua dan dokter harus bersikap menerima, menghormati, dan memahami anak, baik dalam hal bimbingan perilaku maupun kognisi, jika tidak, gejala-gejala tersebut dapat dengan mudah diperkuat oleh perhatian yang berlebihan.
2. Kehidupan yang teratur: Aturlah rutinitas dan aktivitas harian anak dan anggota keluarga secara wajar untuk menghindari stres dan kelelahan yang berlebihan pada anak, yang dapat menyebabkan episode tic.
3. Mengalihkan perhatian: Doronglah anak untuk melakukan hal-hal yang disukainya, hobi dapat mengalihkan perhatian anak, sehingga dapat mengurangi serangan sindrom Tourette.
Sindrom Tourette mungkin juga memiliki penyebab lain, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk meningkatkan pemeriksaan, memberikan perawatan atau pengobatan yang ditargetkan.