Pelajaran yang baik tidak dapat diajarkan tanpa bimbingan dan dorongan dari guru, dan bahasa pengajaran guru adalah cara yang paling langsung untuk menyampaikannya. Penggunaan bahasa kelas oleh guru adalah setengah dari perjuangan, sehingga guru anak usia dini harus lebih memperhatikan penggunaan bahasa kelas. Bagi guru anak usia dini, tidak cukup hanya dengan tepat, jelas, dan terstandardisasi, tetapi mereka juga harus menggunakan bahasa yang “seperti anak-anak” untuk menarik perhatian anak-anak. Praktik mengajar juga menunjukkan bahwa penggunaan bahasa anak-anak di kelas membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan bersemangat sehingga mudah diterima oleh anak-anak. Oleh karena itu, guru anak usia dini harus memperhatikan rancangan bahasa pengajaran mereka sendiri. I. Manis Anak usia dini memiliki pola pikir naluriah yang mengharapkan untuk ‘dibelai’ oleh guru mereka. Jika seorang guru menggunakan bahasa yang acuh tak acuh untuk mengajar anak kecil, mereka akan peka terhadap hal tersebut dan akan membalasnya dengan sikap yang dingin, sehingga pengajaran guru tersebut tidak akan efektif. Oleh karena itu, penting untuk memiliki ekspresi dan nada suara yang keibuan dan lembut dalam mengajar, sehingga dapat secara efektif merangsang pengalaman batin anak-anak dan memungkinkan mereka untuk mendapatkan pengetahuan dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Sebagai contoh, awal pelajaran tentang “Mengenal Kunang-Kunang” di kelas yang lebih tua: “Anak-anak, guru akan menceritakan sebuah kisah: suatu hari, kelinci putih kecil pergi memetik jamur dan dalam perjalanan pulang, hari sudah gelap. Kelinci putih kecil tidak dapat menemukan rumahnya dan berteriak dengan cemas. Beberapa kunang-kunang terbang dan berkata kepada kelinci putih kecil itu: “Jangan khawatir, kami di sini untuk membantumu. Dengan itu, mereka menyalakan lampu-lampu kecil di belakang mereka lebih terang dan dengan cepat membantu kelinci putih kecil menemukan rumahnya. Anak-anak memikirkan hal ini: Apakah benda kecil yang bersinar di belakang kunang-kunang itu benar-benar lampu? Mengapa benda itu bisa bersinar? Nah, hari ini, mari kita mengenal kunang-kunang bersama-sama.” Saya rasa dengan berbicara seperti ini, guru telah mencapai bahasa yang ‘manis’. Persyaratan dasar untuk membuat bahasa yang ‘manis’ adalah: 1. Guru harus bersikap seperti anak kecil dan masuk ke dalam perannya, menggunakan ekspresi dan bahasa yang ramah, alami, dan lugu untuk membuat anak-anak merasa tidak bersalah dan polos. 2. Nada suara harus menenangkan dan lembut. Bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut, dan bahasa anak-anak sangat lembut. Yang pertama adalah memastikan bahwa orang tersebut tidak terlalu sibuk. Pemikiran anak-anak bersifat intuitif dan visual, dan mereka mudah terpengaruh oleh minat. Oleh karena itu, guru harus menggunakan bahasa yang jelas, imajinatif, dan kekanak-kanakan untuk menjelaskan konten dan persyaratan pengajaran untuk menarik perhatian dan memotivasi mereka. Berikut ini adalah frasa instruksional untuk anak-anak yang sedang belajar Hanyu Pinyin (u dan ü): “Ada dua titik di kepala “ü” (tunjukkan dengan pensil warna saat berbicara), dan dua titik ini adalah mata ikan kecil. Ikan kecil itu mengenakan pakaian yang indah, dan mata di wajahnya berwarna hitam dan berkilau, sehingga kita bisa melihatnya sekaligus. Tapi ikan pencuri “u”, lebih baik melepaskan bom gas, sehingga seluruh tubuhnya hitam, matanya juga hitam, kita masih bisa melihat mata ini? Benar, kita tidak bisa melihat matanya. Jadi tidak ada lagi dua titik di kepala huruf “u”.” Persyaratan dasar untuk pengajaran bahasa yang kekanak-kanakan adalah sebagai berikut: 1. Gunakan teknik-teknik seperti perumpamaan, metafora, dan melebih-lebihkan, dan gunakan teknik deskriptif yang berwarna-warni untuk merangsang ‘penglihatan internal’ anak-anak dan menstimulasi imajinasi mereka untuk menciptakan hal-hal yang baru. 2. Mengubah konsep kata yang membosankan menjadi gambar visual yang hidup dan jelas melalui pengembangan lagu dan cerita anak-anak. 3. Pendek Anak-anak kecil memiliki rentang perhatian yang pendek dan ingatan sementara yang belum berkembang. Oleh karena itu, mereka mengalami kesulitan untuk memahami pernyataan yang lebih panjang atau lebih kompleks. Jika sebuah kalimat memiliki lebih dari delapan kata, maka anak-anak akan mendengar bagian belakang dan melupakan bagian depannya. Oleh karena itu, hal ini mengharuskan guru untuk menggunakan bahasa yang pendek dan berirama yang sesuai dengan tingkat perkembangan mental anak agar anak dapat menerima pelajaran. Berikut ini adalah pengingat dari lagu anak-anak ‘Di Mana Musim Semi’: “Ada begitu banyak hal yang bisa dilihat di musim semi dalam lagu ini! Seperti bunga, pohon, gunung, angin dan hujan, lebah dan kupu-kupu. …… Anak-anak harus mendengarkan dan berpikir: di manakah musim semi? Temukan musim semi dalam lagu anak-anak ini.” Persyaratan dasar untuk frasa pengajaran yang singkat dan ringkas adalah: 1. Gunakan lebih banyak ‘kalimat longgar’. Artinya, kalimat yang panjang dipecah menjadi beberapa unit kata yang lebih pendek. Namun, perhatian harus diberikan pada tata bahasa dan standar bahasa. 2. Gunakan lebih banyak kata dan kalimat yang familiar dan ekspresif bagi anak-anak, dan hindari terlalu banyak komponen tambahan yang belum sempurna. Penggunaan kata seru yang alami, ramah, seperti keluarga, dan kuno di dalam kelas secara fleksibel dapat membantu mengatur emosi anak-anak dan meningkatkan konsentrasi mereka. Sebagai contoh: 1. Tiba-tiba sebuah pesawat terbang di atas ruang kelas dengan suara yang memekakkan telinga saat kami sedang belajar berhitung. “Pesawat, pesawat!” Seorang anak berteriak. Segera setelah itu, seluruh kelas menoleh ke sekeliling dan berteriak sambil menonton. Beberapa dari mereka bahkan ingin meninggalkan tempat duduk mereka dan melihat ke luar. Pada titik ini, sang guru memiliki ide: “Bagus, pesawat terbang, ayo dengarkan anak-anak yang lebih tua berhitung juga. Saya akan meminta salah satu anak untuk berdiri dan berhitung untuk pilot di pesawat, oke?” “Ya!” Sesuai dengan kebiasaan mereka yang biasa, anak-anak itu mengangkat tangan kecil mereka. 2. Suara seorang anak yang pemalu sangat lirih saat menjawab pertanyaan tersebut sehingga anak-anak tidak dapat mendengarnya dengan jelas. Sang guru tersenyum dan berkata, “Ini untuk siapa? Untuk dirimu sendiri? Atau untuk semua orang?” Guru dengan halus menunjukkan kekurangannya dan mengajukan permintaan, dengan sopan dan penuh kasih sayang. Singkatnya, ‘kata seru yang luwes’ adalah sebuah kilatan inspirasi bagi guru anak usia dini, sebuah kristalisasi dari sumber daya pengajaran, dan obat bagi pikiran anak-anak.