“Bayi Anda terlalu kurus, lihatlah betapa gemuknya bayi orang lain” adalah ucapan yang umum dari nenek atau nenek bayi Anda. Di mata mereka, bayi saya adalah yang paling lucu, berperilaku paling baik, dan paling menyenangkan, tetapi dia terlalu kurus. Secara tradisional, bayi yang paling sehat adalah bayi yang “gemuk dan putih”, dan ketika kita pergi berjalan-jalan, kita sering mendengar hal-hal seperti, “Mengapa bayi Anda begitu gemuk? Ketika kita keluar untuk berjalan-jalan, kita sering mendengar hal-hal seperti, “Mengapa bayi Anda begitu gemuk? Faktanya, ada data ilmiah yang mengacu pada standar tinggi dan berat badan bayi, dan tidak sehat jika bayi terlalu gemuk atau terlalu kurus. Apakah berat badan bayi sudah sesuai standar dapat dilihat pada tabel berikut ini Faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kegemukan dan kekurusan bayi? 1. Kegemukan seorang anak sangat berkaitan dengan faktor keturunan; 2. Berkaitan dengan jumlah olahraga; 3. Berkaitan dengan pencernaan dan penyerapan; 4. Berkaitan dengan waktu atau kualitas tidur. Pola pertumbuhan berat badan bayi Berat badan rata-rata bayi baru lahir normal saat ini di Tiongkok adalah: 3,20-3,30 kg. Sebagian besar bayi mengalami penurunan berat badan secara fisiologis setelah lahir, mencapai minimum pada 3-4 hari setelah lahir dan pulih ke berat badan lahir dalam 7-10 hari. Berat badan biasanya sekitar dua kali berat lahir pada usia 3 bulan setelah lahir dan sekitar 3 kali berat lahir pada usia 1 minggu. Setelah minggu pertama kehidupan, pertambahan berat badan bayi akan melambat dan ia akan mampu berjalan secara mandiri dan meningkatkan tingkat aktivitasnya. Akibatnya, para ibu mungkin mendapati bahwa bayi mereka tidak terlihat segemuk dulu setelah berusia 1 tahun. Apa yang terjadi jika bayi Anda tidak mencapai batas berat badan? 1. Menyusui sendiri Setelah usia satu tahun, nutrisi ASI tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan perkembangan tubuh bayi, dan ASI saja akan mempengaruhi kesehatan bayi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemberian ASI, makanan pendamping ASI, dan makanan lain dengan rasio yang wajar. 2. Peningkatan aktivitas Bayi perlahan-lahan berjalan dan tingkat aktivitasnya meningkat, sehingga mereka membutuhkan lebih banyak makanan untuk mengisi kembali tenaga mereka, dan terkadang mereka tidak mendapatkan nutrisi yang cukup karena kelalaian orang tua. Jadi, rencanakan untuk menambahkan makanan dengan kalori yang cukup. 3. Pemberian makan tidak teratur Bayi perlu makan secara teratur, jika Anda menunggu sampai Anda lapar, nafsu makan bayi Anda sudah rusak, terkadang penundaan makan terlalu lama, dan nafsu makan bayi Anda tidak sadar. Jadi sesuai dengan situasi yang sebenarnya, sedapat mungkin setiap hari pada waktu yang sama untuk makan. 4. Pilihan makanan yang tidak tepat Makanan bayi Anda tidak memiliki cukup nutrisi dan energi untuk membantunya berkembang dengan baik. Contohnya adalah makanan yang terlalu rendah lemak; makanan rendah kalori (misalnya makanan penutup buatan); dan makanan rendah nutrisi (misalnya junk food, makanan yang terlalu banyak diproses). Untuk alasan ini, penting untuk memperhatikan campuran kalori dan nutrisi yang seimbang dalam makanan. Juga disarankan untuk memasak makanan lebih sering dengan air sebagai media seperti merebus, mengukus, dan merebus. 5. Kebiasaan buruk Beberapa bayi terbiasa makan sambil menonton TV atau bermain, dan selalu harus dikejar-kejar dan disuapi oleh orang tua mereka, yang tidak hanya menyebabkan lebih sedikit makanan yang dimakan, tetapi juga merusak pencernaan dan penyerapan. Oleh karena itu, lingkungan untuk makan harus tenang dan sebisa mungkin menghindari benda-benda eksternal yang mengganggu, sehingga bayi dapat makan dengan nyaman. 6. Penyakit Banyak penyakit fisik yang dapat menyebabkan bayi kekurangan berat badan, seperti penyakit pencernaan, gangguan metabolisme, kekurangan zat besi dan seng, penyakit sistem endokrin, dll. Bayi dapat menunjukkan rasa lapar atau makan banyak tetapi berat badannya tetap turun dan lemah. Juga ada obat-obatan – seperti antibiotik – yang dapat merusak nafsu makan bayi Anda. Bicaralah dengan dokter Anda tentang masalah ini dan temukan perawatan yang tepat untuk melindungi nafsu makan bayi Anda. Apa yang harus saya lakukan jika berat badan bayi saya tidak sesuai? 1. Pertama-tama, lakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bayi Anda Melalui pemeriksaan kesehatan, para ibu dapat mengetahui kesehatan sistem pencernaan, limpa, dan lambung bayi mereka. Setelah ditemukan masalah, mereka dapat meminta saran medis dan mengikuti petunjuk dokter untuk mengonsumsi obat yang sesuai atau melengkapi nutrisi yang kurang dalam tubuh melalui terapi diet. 2, sesuaikan struktur makanan Seperti kata pepatah, obat lebih baik daripada makanan, jadi membuat meja makan menjadi lebih hidup adalah hal pertama yang harus dipertimbangkan oleh orang tua. Untuk bayi yang belum mendapatkan makanan pendamping ASI, pertimbangkan untuk menambahkannya secara perlahan dan memperkayanya secara bertahap. Sebagian besar bayi yang terlalu kurus cenderung memiliki pola makan parsial dan pola makan dengan nutrisi yang tidak terstruktur dengan baik. Untuk bayi pada tahap ini, makanan sehari-hari harus dibuat beragam mungkin, dengan campuran seimbang antara sereal, daging, kacang-kacangan, dan sayuran, sehingga merupakan diet yang ilmiah dan masuk akal. 3, perbaiki kebiasaan makan yang buruk bayi kurus dan metode pemberian makan yang tidak tepat, kebiasaan makan yang tidak teratur juga terkait. Memperbaiki kebiasaan makan anak Anda yang buruk dan menjaga waktu makan yang tetap juga merupakan hal yang perlu dilakukan oleh orang tua. Disarankan agar sarapan disajikan selambat-lambatnya pukul 7:30 malam dan makan malam selambat-lambatnya pukul 8:30 malam setiap hari, dan waktu makan anak tidak boleh diubah sesuka hati dengan dalih apa pun. 4, lebih banyak membawa bayi Anda untuk berpartisipasi dalam kegiatan di luar ruangan sering membawa bayi Anda untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di luar ruangan, dapat membuat bayi Anda bahagia, mempercepat metabolisme, nafsu makan meningkat. Prinsip memberi makan bayi Anda adalah: apa yang harus dimakan terserah orang tua untuk memastikan pasokan nutrisi yang beragam dan kaya; berapa banyak yang harus dimakan terserah bayi, yaitu, jangan mencoba memaksa atau membujuk bayi Anda untuk makan, dan mengembangkan kebiasaan makan yang baik sejak usia muda. Banyak orang tua berpikir bahwa bayi yang gemuk adalah tanda tubuh yang kuat, tetapi penting untuk ditekankan bahwa “gemuk itu tidak kuat”! Setiap anak memiliki lintasan pertumbuhannya sendiri, dan bayi yang Anda kira kurus sebenarnya sangat sehat. Jangan sembarangan memberikan suplemen pada bayi Anda.