Teratoma ovarium pada wanita adalah tumor yang berasal dari sel germinal dan sebagian besar bersifat jinak. Namun, etiologi dan patogenesis teratoma ovarium tidak jelas dan mungkin terkait dengan faktor genetik, cacat bawaan pada sistem saraf pusat, saluran reproduksi dan saluran kemih, serta usia. 1. Faktor genetik: misalnya, sindrom Kirschner atau sindrom Turner, risiko terkena teratoma ovarium lebih tinggi. 2. Cacat bawaan pada sistem saraf pusat, saluran reproduksi, dan uretra juga meningkatkan risiko terjadinya teratoma ovarium. 3. Usia: Teratoma ovarium dewasa paling sering terjadi pada wanita berusia antara 20-40 tahun, sedangkan teratoma yang belum matang paling sering terjadi pada wanita berusia antara 11-19 tahun. Teratoma ovarium tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, dengan pertumbuhan tumor, distensi abdomen, nyeri perut dan buang air kecil yang tidak normal, buang air besar, dan gejala kompresi organ yang berdekatan. Pasien dengan teratoma ovarium harus pergi ke bagian ginekologi rumah sakit tepat waktu dan mengambil tindakan pengobatan yang tepat di bawah bimbingan dokter sesuai dengan jenis patologi.