Tidak ada informasi yang sahih mengenai seberapa sering pembesaran prostat dengan batu perlu ditinjau, dan umumnya disarankan untuk memeriksanya setiap 2 hingga 6 bulan sekali. Disarankan agar pasien mengikuti petunjuk dokter untuk perawatan obat dan pembedahan. Seberapa sering pembesaran prostat dengan batu perlu ditinjau ulang perlu dinilai dari situasi masing-masing orang, jika pembesaran prostat dengan batu tidak memiliki gejala klinis, biasanya dapat ditinjau ulang dengan interval 2 sampai 6 bulan. Jika pasien dengan pembesaran prostat dengan batu memiliki gejala klinis yang jelas, mereka perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk memeriksa penyebab penyakitnya. Jika disebabkan oleh prostatitis bakteri akut, maka perlu diobati dengan antibiotik seperti penisilin dan ampisilin seperti yang diresepkan oleh dokter. Untuk pasien yang mengalami kesulitan buang air kecil, perlu mengikuti petunjuk dokter untuk menggunakan alpha-blocker, seperti terazosin, tamsulosin hidroklorida, dan sebagainya. Jika prostat pasien telah membentuk abses, maka perlu ditangani dengan drainase tusukan jarum halus atau drainase abses prostat sayatan transuretra. Disarankan agar pasien dengan pembesaran prostat yang disertai batu perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, dan dokter akan menentukan waktu pemeriksaan yang tepat sesuai dengan kondisi pasien. Selain itu, dokter juga akan mengambil tindakan yang tepat untuk mengobati penyebab pembesaran prostat yang disertai batu. Obat-obatan di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter profesional, hindari penggunaan obat secara sembarangan, agar tidak memperburuk kondisi.