Operasi IUD umumnya mengacu pada penempatan alat KB di dalam rahim untuk tujuan kontrasepsi. Biasanya tidak ada efek samping, tetapi komplikasi dapat terjadi, seperti alat KB ektopik, alat KB yang tidak terpasang atau rusak, dan kehamilan dengan alat KB.
1. Alat KB ektopik: Karena perforasi rahim, alat KB yang terlalu besar atau terlalu keras atau dinding rahim yang tipis, dll., Alat KB dapat menjadi ektopik, yang mengakibatkan gejala seperti sakit perut dan ketidaknormalan menstruasi.
2. Alat kontrasepsi tertanam atau retak: Karena dinding rahim rusak ketika alat kontrasepsi dipasang atau waktu yang dihabiskan dengan alat tersebut terlalu lama, menyebabkan bagian dari alat tersebut tertanam di dinding otot rahim atau retak, maka akan timbul gejala-gejala seperti sakit perut, kelainan keputihan dan sebagainya, yang juga dapat mempengaruhi keefektifan kontrasepsi.
3. Kehamilan dengan alat kontrasepsi: ketika alat kontrasepsi terlepas, ektopik, pergeseran ke bawah, dan lain-lain, efek kontrasepsi dapat terpengaruh, dan kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.
Menempatkan alat KB di dalam rahim adalah cara kontrasepsi yang umum dilakukan, tetapi sakit perut dan menstruasi yang tidak normal dapat terjadi setelah pemasangan. Jika terjadi ketidaknyamanan, disarankan untuk mencari perawatan medis tepat waktu untuk menghindari gangguan pada kesehatan Anda.