Sesak napas dapat berhubungan dengan penyakit pernapasan, neurologis, dan jantung, yang dapat diatasi dengan perawatan umum dan pengobatan.
1. Penyakit sistem pernapasan: Jika pasien memiliki penyakit sistem pernapasan, seperti asma, bronkitis kronis, dan penyakit lainnya, sesak napas dapat terjadi. Pasien harus memperbaiki lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari, menghindari menghirup gas yang mengiritasi atau berbahaya, dan dapat menggunakan obat-obatan seperti tablet salbutamol sulfat pelepasan diperpanjang dan semprotan hidung budesonide di bawah bimbingan dokter untuk meredakannya.
2. Gangguan neurologis: Gangguan neurologis juga dapat menyebabkan sesak napas, seperti disfungsi neuromuskuler, gangguan saraf otonom, dan penyakit lainnya. Pasien harus memperkuat manajemen hidup, memastikan waktu tidur yang cukup, dapat berkomunikasi dengan psikolog, konseling psikologis, dan pada saat yang sama di bawah bimbingan dokter untuk menggunakan tablet glutathione, tablet propranolol hidroklorida dan obat lain untuk pengobatan.
3. Penyakit sistem jantung: pasien dengan penyakit arteri koroner, kardiomiopati hipertrofik atau gagal jantung tidak dapat memenuhi suplai oksigen, sehingga timbul gejala sesak napas. Pasien harus memperhatikan istirahat, hindari latihan fisik yang berat, dapat didasarkan pada kondisi, konsultasikan dengan dokter untuk menggunakan tablet extended-release metoprolol suksinat, tablet sublingual nitrogliserin dan obat lain untuk meredakan.
Secara klinis, banyak penyakit yang mungkin muncul gejala sesak napas, oleh karena itu, pasien tidak boleh sembarangan menggunakan obat untuk mengobati, disarankan untuk pergi ke rumah sakit biasa sesegera mungkin untuk pemeriksaan dan pengobatan.