Tidak ada waktu yang optimal untuk menghilangkan fistula ani, yang perlu dikonsultasikan secara aktif dan diberikan perawatan bedah. Sebagian besar pasien fistula ani disebabkan oleh abses saluran anus perianal, sedangkan kolitis ulserativa, penyakit Crohn, tumor ganas, infeksi trauma saluran anus, tidak banyak bergerak, begadang, minum alkohol, makan makanan pedas, dan lain-lain dapat memicu terjadinya fistula ani. Menderita fistula ani, manifestasi utama berupa nanah perianal atau nanah dan sekresi darah, akibat rangsangan sekresi, anus akan terasa gatal, bila fistula dalam pembentukan abses, akan terasa nyeri yang nyata. Fistula jarang sembuh sendiri, bila tidak diobati akan terjadi abses perianal rektal, atau bahkan kanker. Deteksi dini, pengobatan dini, jaga buang air besar, kurangi rangsangan pada pembukaan internal fistula ani, penggunaan antibiotik oral yang tepat untuk mengontrol peradangan, pengobatan dini dengan operasi, seperti terapi benang gantung, insisi fistula ani, reseksi fistula ani, dan lain sebagainya. Dianjurkan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu, di bawah diagnosis dokter profesional, sesuai dengan kondisi spesifik pasien, memilih rencana perawatan bedah yang sesuai, dan pada saat yang sama, mengubah kebiasaan hidup dan pola makan yang buruk, untuk mendorong kesembuhan penyakit.