Hipertensi paru yang disebabkan oleh pneumonia interstisial harus diobati secara aktif terlebih dahulu untuk mengendalikan perkembangan pneumonia interstisial, dan pada saat yang sama, strategi yang komprehensif harus diterapkan untuk mengurangi gejala hipertensi paru. 1. Jika pneumonia interstitial jelas ada, obat antifibrotik seperti pirfenidone dan nidanib dapat digunakan sesuai dengan kondisinya, yang dapat memperlambat penurunan fungsi paru-paru. Selain itu, latihan fungsi paru harus dilakukan sebanyak mungkin, dan terapi oksigen jangka panjang harus diterapkan untuk pasien dengan hipoksemia yang jelas. 2. Untuk hipertensi pulmonal yang telah muncul, ketika ada gagal jantung kanan yang tidak terkompensasi yang menyebabkan retensi cairan, peningkatan tekanan vena sentral, stasis hepatik, dan oedema perifer, diuretik seperti furosemid dan spironolakton dapat digunakan untuk memperbaiki gejalanya. Terapi oksigen jangka panjang di rumah juga harus diberikan. Oleh karena itu, ketika hipertensi arteri pulmonalis juga perlu pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan tepat waktu, agar tidak menunda kondisi tersebut.