Terdapat risiko terjadinya overkoreksi, underkoreksi, dan proliferasi jaringan granulasi pada anak-anak yang menjalani operasi koreksi strabismus.
Strabismus adalah kondisi mata yang umum terjadi, di mana arah penglihatan pada kedua mata tidak sejajar, sehingga memengaruhi penampilan pasien dan perkembangan fungsi penglihatan pada kedua mata, dan oleh karena itu, biasanya memerlukan koreksi bedah.
Anak-anak dengan strabismus dapat mengalami koreksi berlebih atau kurang setelah pembedahan, yang biasanya memerlukan pembedahan kedua.
Pada anak kecil, ada kemungkinan terjadi pertumbuhan jaringan granulasi di lokasi sayatan setelah operasi koreksi strabismus, yang mengakibatkan terbentuknya benjolan berwarna merah muda di permukaan bola mata putih, yang biasanya harus diangkat melalui pembedahan.
Selain itu, risiko operasi strabismus termasuk risiko anestesi, kerusakan pada dinding bola mata, diplopia, dll. Anak kecil yang menjalani operasi koreksi strabismus harus ditinjau secara teratur, dan komplikasi terkait operasi harus ditangani secara wajar dan sesegera mungkin di bawah bimbingan dokter.