Pada kasus pertama, kualitas embrio harus baik, tidak hanya kualitas sel telur tetapi juga kualitas sperma, dan tidak boleh ada kelainan kromosom atau imunologi bawaan, sehingga blastosis yang berkualitas dapat dipilih untuk ditransfer secara in vitro. Pada kasus ketiga, wanita tersebut sehat secara fisik, memiliki pola makan yang wajar dan bergizi, sehat secara mental dan bersemangat, berada pada usia reproduksi yang optimal, tidak mengalami komplikasi kehamilan dan mampu memberikan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan janin yang sedang berkembang. Dalam keadaan normal, tingkat keberhasilan IVF umumnya sekitar 30%. Setelah memilih untuk menjalani IVF, penting juga untuk menjaga kondisi psikologis yang baik, menghindari kebiasaan buruk dan menyesuaikan tubuh dengan kondisi yang sehat, yang juga kondusif untuk keberhasilan IVF.