Dapatkah pasien infark serebral melakukan latihan jongkok

Pasien infark otak dapat melakukan latihan jongkok. Pada tahap awal infark serebral, setelah gejala neurologis stabil, latihan rehabilitasi dapat dilakukan tergantung pada kondisinya, dan lebih awal lebih baik. Sebelum jongkok, perlu dilakukan latihan rehabilitasi berikut ini, termasuk menjaga mobilitas sendi, memperkuat kekuatan otot dan mengkoordinasikan fungsi latihan. Pada tahap awal, berbaring di tempat tidur, pasien dapat melakukan gerakan translasi, adduksi dan abduksi, dll. Dengan pulihnya kekuatan otot, pasien dapat melakukan latihan mengangkat kaki lurus (pasien berbaring di tempat tidur, melakukan gerakan mengangkat tungkai bawah secara unilateral, dan bergantian di antara dua tungkai bawah), dan kemudian lebih lanjut menyelesaikan gerakan aktif meringkuk dan meregangkan kaki, dll. Secara bertahap, latihan menahan beban dapat dilakukan. Lakukan latihan menahan beban secara bertahap, seperti berdiri di tepi tempat tidur atau berdiri bersandar di dinding. Bila pasien dapat berdiri dengan mantap sendiri, maka latihan jongkok dalam dapat dilakukan. Pasien harus didampingi selama proses latihan dan harus dievaluasi serta dipandu oleh ahli saraf profesional atau dokter rehabilitasi. Intensitas latihan harus dari yang lemah ke yang kuat, selangkah demi selangkah, untuk menghindari cedera yang disebabkan oleh latihan yang tidak tepat.