Dismenorea, yang mengacu pada adanya dismenorea pada awal menstruasi, dapat disebabkan oleh faktor fisiologis, penyakit ginekologi, kelainan saluran reproduksi rahim, dan pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim.
1. Faktor fisiologis: Selama menstruasi, kontraksi rahim yang sering terjadi akibat peningkatan kandungan prostaglandin endometrium secara bertahap dapat dengan mudah menyebabkan dismenorea, yang merupakan gejala klinis yang lebih ringan dan sebagian besar dapat membaik dengan sendirinya.
2. Penyakit ginekologi: misalnya, endometriosis, adenomiosis, infeksi panggul, dll. Penyakit ginekologi ini dapat diperburuk pada saat menstruasi, yang akan menyebabkan dismenore sekunder dan gejalanya lebih serius.
3. Kelainan pada saluran reproduksi rahim: misalnya, atresia vagina atau atresia hymenalis, yang dapat menyebabkan dismenorea ketika aliran menstruasi terhambat oleh keluarnya darah menstruasi, yang menyebabkan kontraksi rahim.
4. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR): Untuk mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama, AKDR dipasang di dalam rahim, yang dapat menyebabkan kerusakan lokal pada rahim atau infeksi sekunder, yang dapat dengan mudah menyebabkan dismenore.
Ketika dismenorea terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk pemeriksaan dan perawatan, dan memutuskan rencana perawatan setelah membuat diagnosis yang jelas.