Ligamen yang robek biasanya ditangani dan dipulihkan tergantung pada tingkat keparahan robekan, baik secara konservatif maupun pembedahan.
1. Perawatan konservatif: Selama periode akut dua minggu setelah cedera, ligamen yang robek harus dilindungi dengan perban, penyangga atau plester. Saat beristirahat, tungkai yang terkena harus ditinggikan dengan bantal untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi pembengkakan, dan kompres es harus diaplikasikan secara lokal untuk mengurangi peradangan dan kejang otot atau nyeri.
Pasien harus menghentikan aktivitas dan menghindari menahan beban pada anggota tubuh yang terkena, sehingga area yang cedera dapat diistirahatkan dan diistirahatkan. Setelah fase akut selama dua minggu, jika pembengkakan dan nyeri lokal sebagian besar telah hilang, terapi panas lokal, aktivitas peregangan sendi dan latihan kekuatan otot dapat dilakukan.
Cedera ligamen robek sedang tidak boleh diangkat terlalu dini, agar tidak merobek ligamen lagi, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi kronis.
2. Pembedahan: Untuk cedera ligamen robek yang parah, pembedahan dapat dipertimbangkan. Latihan rehabilitasi harus dilakukan secara aktif setelah operasi untuk mencegah perlengketan sendi lokal mempengaruhi pemulihan setelah operasi.
Setelah robekan ligamen, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, di bawah bimbingan dokter, agar tidak memperburuk cedera karena operasi sendiri yang tidak tepat.