Penyakit apa yang menjadi prekursor hiperseksualitas?

Hiperseksualitas dapat dikaitkan dengan menopause, lesi otak, sindrom ovarium polikistik, gangguan tiroid, dan skizofrenia. 1. Pada wanita menopause, sekresi estrogen menurun, dan umpan balik negatif menyebabkan produksi gonadotropin yang berlebihan, sehingga menyebabkan hiperseksualitas. 2. Pasien dengan lesi hipofisis dan gonad mengalami peningkatan sekresi gonadotropin dan mungkin juga mengalami hiperseksualitas. 3. Pasien dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) umumnya mengalami hiperseksualitas. Gejala lainnya termasuk menstruasi yang tidak teratur, jerawat, dan dermatitis seboroik. 4. Hipertiroidisme pada tahap awal penyakit ini dapat dikaitkan dengan hiperseksualitas, terutama pada pasien dengan hipertiroidisme ringan. 5. Pasien pada tahap awal skizofrenia dapat menunjukkan hiperseksualitas dan mungkin terlibat dalam perilaku obsesif terhadap lawan jenis. Gairah seksual juga dapat disebabkan oleh alasan lain, dan mereka yang memiliki kondisi ini dapat mencari nasihat medis untuk mengetahui penyebabnya.