(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah. Informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Dalam artikel ini, seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang baru saja memulai kelas 1 ditemukan oleh gurunya membuat wajah-wajah di kelas dan mempengaruhi disiplin kelas. Dia dibawa ke rumah sakit dan diketahui menderita Sindrom Tourette’s. Setelah perawatan standar, gejalanya telah mereda dan kondisinya stabil.
Informasi dasar】Perempuan, 8 tahun
Jenis penyakit】 Gangguan Tic
Rumah Sakit】 Rumah Sakit Ketiga Provinsi Shandong
Tanggal Konsultasi】 Mei 2021
Rencana Perawatan】 Obat-obatan (Jiu Wei Qu Feng Granules + Colistin Transdermal Patch)
Masa Pengobatan】 1 bulan pengobatan rawat jalan, 1 minggu dan 1 bulan peninjauan rawat jalan
Efektivitas】 Kondisi stabil, gejala telah membaik
I. Konsultasi awal
Ketika gadis itu datang ke klinik, dia mendapati bahwa dia selalu membuat wajah tanpa sadar dan otot-otot wajahnya berkedut tanpa sadar. Orang tua mengatakan bahwa mereka baru-baru ini memperhatikan bahwa anak itu selalu membuat wajah. Anak tersebut disarankan untuk menyelesaikan MRI kranial, yang tidak menunjukkan kelainan yang signifikan, dan EEG, yang menunjukkan EEG normal. Orang tua menyatakan pemahaman mereka dan secara aktif bekerja sama dengan pengobatan.
II. Riwayat pengobatan
Untuk berhati-hati, tes darah anak, termasuk tes darah rutin, fungsi hati dan ginjal, ion, lipid, glukosa darah, dan elemen jejak, diselesaikan di klinik rawat jalan dan tidak ada kelainan signifikan yang ditemukan. MRI kranial dilakukan, yang tidak menunjukkan kelainan yang signifikan. EEG normal dan penilaian psikologis dilakukan, yang menunjukkan depresi ringan. Orang tua anak kembali ditanyai dengan seksama tentang prestasi akademis anak yang tinggi dan meyakini bahwa anak tidak mampu mengikutinya, sehingga mereka sering memarahi anak tersebut.
Orang tua anak disarankan untuk berkomunikasi secara rinci tentang kondisi anak. Disarankan bahwa anak harus diberikan lingkungan yang santai, lebih sabar dan hindari memarahi anak secara berlebihan agar tidak mempengaruhi suasana hati anak. Pada saat yang sama, anak tersebut diberikan butiran Jiu Wei Qu Feng secara oral dan Colistin transdermal patch secara eksternal. Anak tersebut juga disarankan untuk mengembangkan kebiasaan yang baik, memastikan tidur nyenyak, dan tidak pilih-pilih makanan.
III. Hasil pengobatan
Untungnya, gejala anak tersebut ringan dan berumur pendek. Setelah sekitar 1 minggu pengobatan standar, gejala anak tersebut mereda dan jumlah kedutan wajah menurun, dan besarnya kedutan lebih sedikit dari sebelumnya. Pada saat yang sama, anak dan ibunya diberikan konseling psikologis untuk mengurangi akar penyebab masalah psikologis anak. Pada kunjungan tindak lanjut 1 bulan setelah perawatan komprehensif, kedutan wajah anak pada dasarnya terkendali, hanya sesekali kedutan wajah, dan baik anak maupun orang tua merasa senang dengan hal ini.
IV. Catatan
Kami senang bahwa tics anak sudah terkendali, tetapi kami ingin mengingatkan anak dan orang tuanya, bahwa mereka harus memperhatikan pola makan yang tepat, tidak pilih-pilih makanan dalam kehidupan sehari-hari, dan untuk melengkapi berbagai elemen secara tepat waktu. Orang tua harus berhati-hati untuk menjaga suasana hati yang baik dan menghindari kecemasan yang berlebihan, dan tidak memarahi atau menyalahkan anak dengan keras, agar tidak menimbulkan beban psikologis bagi anak.
Dianjurkan agar anak harus memiliki jadwal istirahat yang baik, beristirahat tepat waktu, menggabungkan pekerjaan dan istirahat, dan melakukan lebih banyak latihan di luar ruangan, seiring dengan bertambahnya usia anak, gejala gangguan tic akan berangsur-angsur mereda.
V. Wawasan pribadi
Saat ini, anak-anak dengan sindrom Tourette hanyalah anak-anak dan orang tua sangat mementingkan mereka. Namun, orang tua terlalu cemas dan memberikan tekanan pada anak-anak mereka, tanpa menyadari bahwa tekanan ini adalah salah satu penyebab gangguan tic pada anak-anak. Oleh karena itu, memiliki suasana hati yang baik dan lingkungan rumah yang santai, bersama dengan bimbingan orang tua yang positif, dapat mendorong perkembangan anak yang sehat.