Apakah boleh melakukan nebulisasi dengan jarak 2 jam?

Frekuensi inhalasi nebuliser secara klinis tergantung pada kondisi pasien dan tingkat keparahan kondisi, dan juga terkait dengan obat yang dipilih. Untuk serangan asma bronkial akut, karena onsetnya yang cepat, inhalasi nebuliser dapat dilakukan, setiap setengah jam sekali, atau setiap 4 jam sekali setelah gejala mereda atau inhalasi nebuliser 2-3 kali sehari, yang memiliki efek antiinflamasi, penenang asma, dan bronkodilatasi yang sangat baik. Sebagai alternatif, untuk kondisi yang mengancam jiwa seperti epiglottitis akut, inhalasi nebuliser glukokortikoid dosis tinggi dapat dilakukan setiap setengah jam sekali selama 2-3 kali. Untuk obat nebuliser yang mengandung agonis beta2, karena kerjanya yang cepat dan waktu kerjanya yang 4-6 jam, sering menghirup nebuliser dalam waktu 2 jam dapat menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan pada pasien, seperti tremor otot rangka dan nyeri ulu hati.