Insiden penyakit Parkinson di Tiongkok saat ini adalah 1,7% pada orang berusia di atas 65 tahun, dan diperkirakan ada lebih dari 2,5 juta pasien penyakit Parkinson di Tiongkok. Namun, para ahli menunjukkan bahwa penyakit Parkinson bukanlah “hak paten” orang tua, ada “Parkinson” yang disebut penyakit Parkinson remaja. Apa itu Parkinson? Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis umum yang mempengaruhi sedikit lebih banyak pria daripada wanita. Sekelompok sel saraf di otak tengah yang disebut neuron nigrostriatal mengatur fungsi motorik otak dengan mensintesis neurotransmitter yang disebut dopamin. Ketika 80% atau lebih dari neuron nigrostriatal ini mengalami degenerasi dan mati, maka gejala-gejala penyakit Parkinson dapat terjadi. Ada jenis Parkinson yang disebut penyakit Parkinson Juvenil! Dengan populasi yang menua, jumlah penderita penyakit Parkinson meningkat; bersama dengan faktor lingkungan, genetik, usia, dan stres mental jangka panjang, penyakit Parkinson menjadi lebih muda. Apa saja tanda dan gejala penyakit Parkinson? Beberapa gejala penyakit Parkinson, seperti kurangnya ekspresi wajah, gerakan lambat dan tremor tangan yang konstan, sering disalahartikan sebagai “usia tua” dan banyak pasien tidak pergi ke rumah sakit hingga penyakit ini berkembang ke tahap tertentu. Saat ini belum ada obat untuk penyakit Parkinson, tetapi pengobatan dengan obat-obatan medis, pembedahan dan alat bantu rehabilitasi lainnya dapat sangat mengurangi gejala dan memungkinkan pasien untuk hidup secara mandiri dan mempertahankan kualitas hidup yang baik. Para ahli percaya bahwa hanya melalui deteksi dini dan pengobatan, pasien dapat memperoleh manfaat dari pengobatan dini. Penyakit Parkinson memiliki tujuh gejala aura utama, dan ketika salah satu atau beberapa gejala ini muncul, Anda harus memperhatikannya dan segera mencari pertolongan medis: (1) Hilangnya indera penciuman dan sembelit. Jika Anda tidak dapat lagi mencium bau pisang, acar, atau rempah-rempah, dan jika kebiasaan buang air besar Anda telah berubah, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. ② Terjadi tremor pada lengan atau bagian tubuh lainnya. ③Bergerak atau berjalan menjadi sulit dan cara berjalan terlihat kaku. ④Gerakan menjadi lebih lambat dan tulisan menjadi semakin kecil. ⑤ Ayunan lengan yang lebih kecil, wajah tertutup. ⑥ Depresi. Sekitar 40% hingga 55% penderita penyakit Parkinson mengalami depresi. (vii) Gangguan tidur. 70% penderita Parkinson memiliki berbagai gangguan tidur. Bagaimana cara mengobati penyakit Parkinson? Pertama, dukungan psikologis. Sekitar 35% hingga 45% penderita penyakit Parkinson mengalami depresi. Konseling oleh keluarga dan teman serta perawatan oleh psikolog merupakan dukungan penting dalam mengatasi penyakit ini. Kedua, pengobatan. Pada saat gejala penyakit Parkinson muncul, dopamin dalam otak pasien sering kali sudah berkurang setengahnya. Beberapa obat dapat mengisi kembali dopamin secara eksogen, yang lain dapat meningkatkan aktivitas neurologis dopamin, serta memperbaiki gejala dengan melindungi neuron dan mencegah pengurangan dopamin. Ketiga, perawatan bedah. Stimulasi listrik otak dalam, juga dikenal sebagai “operasi alat pacu jantung otak DBS”, dipelopori oleh sarjana Prancis Benabid pada tahun 1987 dan telah dikembangkan selama hampir 30 tahun, dengan fitur “dapat dibalik, dapat disesuaikan, aman, dan minimal invasif”. Prosedur ini pertama kali digunakan di Cina pada tahun 1999 oleh Departemen Bedah Saraf Fungsional di Rumah Sakit Tangdu, Universitas Kedokteran Militer Keempat. Prosedur ini dilakukan dengan menanamkan elektroda di otak setelah penargetan yang tepat dan menggunakan generator denyut nadi (baterai) untuk menghantarkan denyut listrik ke inti yang relevan yang mengontrol gerakan, mengatur aktivitas listrik saraf yang tidak normal untuk mengurangi dan mengendalikan gejala penyakit Parkinson yang tidak normal. Keempat, pelatihan rehabilitasi. Banyak pasien yang takut berolahraga dan melakukan rehabilitasi karena takut jatuh, padahal itu tidak benar. Rehabilitasi dapat meningkatkan koordinasi dan keseimbangan pasien. Mengikuti latihan aerobik tidak hanya menjaga kekuatan otot dan sensitivitas saraf, tetapi juga mencegah dan mengurangi sembelit, insomnia, dan komplikasi lainnya. Kelima, perawatan yang teliti. Dari pencahayaan di dalam ruangan hingga pagar pembatas di sekitar tempat tidur, dari celana panjang elastis hingga sepatu dengan pengencang yang dapat dilepas agar mudah dipasang dan dilepas, dari ketinggian tempat duduk hingga botol air olahraga yang tersedia, dari keset anti selip di kamar mandi hingga suhu air, setiap detail perawatan dan perhatian bagi penderita penyakit Parkinson sangat penting bagi kualitas hidup mereka. Sembilan langkah untuk menguji “Indeks Parkinson” Anda