Glaukoma, sekelompok sindrom klinis, ditandai dengan kerusakan saraf optik progresif, cacat lapang pandang dan akhirnya kebutaan yang tidak dapat disembuhkan. Klasifikasi glaukoma itu rumit. Hal ini diklasifikasikan sebagai primer, sekunder dan kongenital. Primer, pada gilirannya, dibagi menjadi jenis sudut terbuka dan sudut tertutup. Jenis sudut tertutup adalah yang paling umum di Cina dan dapat dibagi menjadi glaukoma sudut tertutup akut dan kronis. Jenis sudut terbuka semuanya bersifat kronis. Penyebab glaukoma sekunder bervariasi dan mencakup: iritis, trauma okular, komplikasi bedah, dan pengobatan hormonal. Bawaan, yang disebabkan oleh kelainan dalam perkembangan mata. Manifestasi klinis khas glaukoma terutama: kemerahan dan pembengkakan mata, disertai sakit kepala dan bahkan mual dan muntah, serta kehilangan penglihatan yang tajam untuk waktu yang singkat, dan peningkatan tekanan intraokular pada pemeriksaan. Pada stadium lanjut, atrofi saraf optik, cacat lapang pandang dan bahkan kebutaan dapat terjadi. Pada jenis sudut tertutup akut, yang memiliki insiden terbanyak di Cina, misalnya, pasien dapat memiliki hampir semua gejala glaukoma selama serangan akut. Serangan juga dapat didahului oleh faktor pemicu, seperti rangsangan emosional, minum-minuman keras atau lingkungan yang gelap. Pada tahap awal, pasien tidak mengalami kerusakan pada saraf optik. Jika tidak diobati secara teratur dan kondisinya tidak terkendali, kerusakan permanen pada penglihatan dan cacat lapang pandang dapat terjadi pada tahap selanjutnya. Inilah sebabnya, mengapa penanganan dini sangat krusial. Pada glaukoma sudut tertutup kronis dan glaukoma sudut terbuka, biasanya tidak ada gejala yang tidak nyaman. Begitu pasien merasakan gejala kehilangan penglihatan, sebagian besar dari mereka sudah berada dalam tahap yang lebih lanjut dan ada risiko kerusakan fungsi penglihatan yang tidak dapat dipulihkan akibat pengobatan yang tidak tepat waktu. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan intraokular dan saraf optik fundus secara teratur merupakan bagian penting dari pemeriksaan medis, khususnya bagi pasien dengan glaukoma asimtomatik. Glaukoma adalah penyakit serius yang merusak penglihatan dan deteksi dini, inisiasi dini dan pengobatan rutin yang berkelanjutan adalah yang paling penting.