Gigi yang saling bersentuhan tanpa disadari dapat disebabkan oleh gangguan saraf, gangguan oklusal atau gangguan sendi temporomandibular, faktor mental dan psikologis, dll., yang perlu diperiksa di rumah sakit. 1. Gangguan neurologis: Ketika ada kelainan pada sistem saraf pusat, dapat menyebabkan gigi saling bertabrakan tanpa disadari. 2. Gangguan oklusal: Bila ada gigi yang hilang dalam jangka panjang atau sering mengunyah secara unilateral atau ketidaksejajaran gigi, gejala menggemeretakkan gigi juga dapat terjadi. 3. Gangguan sendi temporomandibular: karena mengunyah parsial dalam jangka panjang atau keausan sendi temporomandibular atau penyakit, sendi mendorong rahang untuk bergerak secara tidak normal, dan gigi juga dapat bertabrakan satu sama lain. 4. Faktor mental dan psikologis: ketegangan emosional atau kelelahan di siang hari, kecemasan psikologis, akan menyebabkan bagian dari otak berada dalam keadaan gembira, yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot pengunyah, mengakibatkan gigi saling berbenturan. Jika gigi saling berbenturan tanpa disadari dalam waktu yang lama, disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk memeriksa penyebab penyakit dan menanganinya tepat waktu, untuk menghindari keausan gigi yang berlebihan dan kerusakan pada persendian.