Penyakit kuning fototerapi dapat disinari selama 12 jam atau 24 jam sehari. Efek sampingnya termasuk demam, diare dan bronkitis, dll. Penting untuk melindungi mata, memantau bilirubin, dan minum banyak air. 1. Waktu: Saat mengobati penyakit kuning dengan fototerapi, dapat disinari terus menerus atau dengan interval 12 jam. 2. Reaksi yang merugikan (1) Ruam, diare, demam: umumnya tidak serius, tidak dapat menghentikan fototerapi, atau dapat sembuh dengan sendirinya setelah menghentikan fototerapi. (2) Perunggu: ketika serum bilirubin & gt; 68μmol / L, alkali fosfatase dan alanin aminotransferase meningkat, kulit bisa menjadi perunggu. Pada saat ini, cahaya harus segera dihentikan, dan warna perunggu bisa mereda dengan sendirinya. 3. Tindakan pencegahan (1) Saat melakukan terapi cahaya, bayi harus diberi masker mata hitam untuk melindungi retina, dan anus serta perineum harus ditutupi, sedangkan bagian tubuh lainnya harus telanjang. (2) Kadar bilirubin harus terus dipantau selama perawatan, biasanya setiap 6 sampai 12 jam sekali. Untuk neonatus 35 minggu, fototerapi dapat dihentikan ketika bilirubin total serum < 13 ~ 14mg/dl. (3) Hidrasi yang tepat harus diberikan selama fototerapi. Pasien dengan penyakit kuning harus pergi ke rumah sakit tepat waktu dan melakukan perawatan standar di bawah bimbingan dokter.