Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) juga dikenal sebagai Sindrom Hiperaktif Anak. ADHD ditandai dengan gangguan perhatian yang tidak sesuai dengan usia, aktivitas yang berlebihan dan impulsif, dengan gangguan kognitif dan kesulitan belajar, tetapi kecerdasan anak normal atau hampir normal. ADHD umum terjadi pada anak usia sekolah, tetapi 70% anak dengan ADHD akan terus mengalami gejala hingga remaja, dan 30% hingga dewasa, dan orang dewasa muda dengan ADHD akan mengalami perilaku antisosial dan masalah kepribadian. ADHD berkembang menjadi remaja dengan perilaku antisosial dan masalah kepribadian. Kini telah diterima secara luas di kalangan psikiater anak bahwa ADHD adalah gangguan kronis dengan konsekuensi seumur hidup. Penyebab ADHD sangat kompleks, dan merupakan sindrom yang disebabkan oleh berbagai faktor biologis, psikologis, dan sosial yang bekerja sendiri-sendiri atau bersama-sama. Ini sebenarnya adalah penyakit otak, bukan hanya manifestasi perilaku, sebuah perubahan yang terjadi di dalam otak anak. Secara biologis, penelitian selama bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa ADHD mungkin cenderung bersifat genetis, dan bahwa anak-anak dari orang tua yang memiliki masalah psikologis, seperti depresi, kecemasan, atau masalah emosional, memiliki prevalensi ADHD yang jauh lebih tinggi daripada anak-anak dari orang tua yang sehat secara psikologis.