Besar kecilnya kemungkinan pecahnya jantung setelah infark miokard berkaitan erat dengan luasnya infark miokard dan lokasi infark miokard. 1. Tingkat infark miokard: semakin halus cabang koroner yang tersumbat, semakin dini waktu pemulihan perfusi darah, semakin kecil ruang lingkup infark miokard dan semakin dangkal kedalaman infark, yaitu ruang lingkup infark submukosa yang kecil, kemungkinan pecahnya jantung pada pasien semacam ini sangat kecil, dan jika ada ruang lingkup infark miokard transmural yang luas, kemungkinan pecahnya jantung akan lebih tinggi. 2. Lokasi infark miokard: ketika arteri koroner tersumbat dan infark miokard terjadi di dinding bebas ventrikel kiri, mudah menyebabkan pecahnya jantung, dan tamponade perikardial terjadi dengan cepat, dan angka kematian sangat tinggi. Infark septum interventrikular dapat menyebabkan defek septum ventrikel, sedangkan infark otot papiler jantung dapat menyebabkan pecahnya tali tendon mitral. Oleh karena itu, jika terjadi infark miokard, selain membuka pembuluh darah dan mengembalikan perfusi pada kesempatan pertama, perlu juga diperhatikan terjadinya berbagai komplikasi, terutama ruptur jantung yang sulit diobati dan memiliki angka kematian yang tinggi. Jika Anda merasa tidak enak badan, disarankan agar Anda pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan tepat waktu.