Tes apa yang diperlukan untuk mimisan

Mimisan dapat terjadi pada anemia, leukemia dan rinitis akut, serta pada penyakit seperti papiloma intranasal, hemangioma kapiler hidung dan limfoma hidung. Tes laboratorium (misalnya tes darah rutin), tes pencitraan (misalnya MRI) dan tes patologis dapat dipilih untuk membuat diagnosis yang jelas sesuai dengan karakteristik gejala. 1. Pemeriksaan laboratorium: Mengamati apakah ada kelainan komposisi darah melalui pemeriksaan darah rutin; menyingkirkan penyakit darah melalui empat tes koagulasi; mendeteksi infeksi melalui kultur sekresi dan tes sensitivitas obat. 2. Pemeriksaan pencitraan: CT hidung, MRI dan pemeriksaan lainnya untuk memahami ruang lingkup dan karakteristik lesi pada rongga hidung dan sinus, untuk memandu pemeriksaan lanjutan dan pengobatan. 3. Pemeriksaan patologis: ketika menderita tumor rongga hidung dan sinus, akan ada kecenderungan perdarahan, dan sifat lesi dapat diklarifikasi melalui pemeriksaan patologis. Pendarahan hidung dapat dibawa ke rumah sakit tepat waktu, di bawah bimbingan dokter untuk melakukan pemeriksaan sistematis dan diagnosis yang jelas.