Apa saja reaksi fisiologis awal untuk berhenti merokok

Reaksi fisiologis terhadap penghentian merokok dapat berupa rasa haus, mengantuk, batuk, kurang konsentrasi, dll. Pasien dapat mengalami berbagai reaksi fisiologis, yang secara kolektif disebut sebagai reaksi putus zat, dalam beberapa hari atau bahkan beberapa minggu setelah mereka mulai berhenti merokok. 1. Haus: Proses berhenti merokok sering kali disertai dengan rasa haus, dan pada saat ini perlu untuk meningkatkan jumlah air untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh. 2. Mengantuk: nikotin dalam rokok memiliki efek menyegarkan, dan ketika asupan nikotin terputus selama proses berhenti merokok, pasien akan mengalami rasa kantuk, yang sering kali dapat diatasi dengan memperpanjang waktu tidur malam atau menambah jumlah istirahat makan siang. 3. Batuk: Dalam proses merokok dalam jangka waktu lama, paru-paru mengeluarkan lendir sebagai perlindungan diri, setelah berhenti merokok, lendir akan mengendur dan keluar dari tubuh, dan silia akan bergerak lagi, yang biasanya menyebabkan batuk. 4. Kurang konsentrasi: rasa ruang dan jarak pasien akan menyimpang, tubuh akan tampak melayang, dan perhatian tidak dapat terkonsentrasi. Disarankan agar pasien segera berkonsultasi dengan dokter jika merasa tidak enak badan, dan tidak boleh lalai agar tidak menunda kondisinya.