Gejala Atrofi Otot Wajah

  Atrofi otot wajah terjadi terutama karena pengurangan ukuran beberapa jaringan wajah atau sel parenkim, dan memiliki berbagai penyebab. Ketika atrofi otot wajah terjadi, gejala pasien terutama adalah sebagai berikut: atrofi otot wajah dimulai dengan bercak-bercak atrofi di dahi atau pipi, dan warna kulit lokal lebih dalam dibandingkan dengan bagian lain dari wajah, dengan ketegangan otot di jaringan subkutan. Seiring dengan memburuknya kondisi ini, otot-otot wajah mengalami atrofi, yang mengakibatkan gejala-gejala seperti penutupan mata yang tidak sempurna atau ketidakmampuan untuk menggembungkan pipi dengan benar.  Pada pasien dengan atrofi otot wajah, otot temporalis dan mengunyah biasanya menderita atrofi terbatas setelah timbulnya penyakit, misalnya, rahang secara tidak sadar akan bergeser ke arah sisi yang terkena saat membuka mulut, dan mungkin juga ada gejala refleks kornea atau melemahnya sensasi di wajah.  Atrofi otot wajah hanya merupakan gejala atau tanda, tetapi penyebabnya harus dicari dengan cermat, seperti distrofi miotonik, cedera saraf, tumor atau infeksi tulang temporal dapat menyebabkan atrofi otot wajah.