Sakit punggung dan buang air besar yang tidak teratur berhubungan dengan gangguan pencernaan, sindrom iritasi usus besar, radang usus besar, tumor saluran cerna, dan lain-lain, dan perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya. 1. Gangguan pencernaan: Mengonsumsi minuman dingin, makanan pedas dan rangsangan lain pada lambung dan usus yang disebabkan oleh gangguan pencernaan, dapat menyebabkan sakit punggung. Pasien dengan gangguan pencernaan tidak boleh makan makanan yang dingin dan merangsang, dan dapat minum makanan yang mudah dicerna seperti bubur ubi dan bubur beras berbutir bulat. Domperidone oral, cisapride, mosapride dan obat lain untuk meningkatkan daya lambung. 2. Irritable Bowel Syndrome (IBS): Alasan psikologis dan faktor lingkungan dapat menyebabkan dinamika pencernaan yang tidak normal dan gangguan flora pencernaan. Pasien mengalami sakit perut berulang, diare, disertai nyeri punggung dan tinja yang tidak berbentuk. Dapat diobati dengan probiotik, pepsin, domperidone dan obat-obatan lainnya. 3. Radang usus besar: disebabkan oleh infeksi biologis seperti virus bakteri atau cacing patogen. Pasien dapat disertai dengan demam, sakit perut, diare, sakit punggung dan manifestasi klinis lainnya. Pengobatannya bisa dengan obat-obatan seperti mesalazine dan salazosulfapiridin. 4. Tumor saluran cerna: Nyeri punggung dan kelainan tinja juga dapat terlihat pada tumor saluran cerna. Perlu dilakukan pemeriksaan gastroskopi, enteroskopi, dan sebagainya. Jika terdapat massa abnormal, diperlukan pemeriksaan patologi tusukan, dan pemeriksaan imunohistokimia setelah operasi. Hal ini juga dapat dikombinasikan dengan terapi obat yang ditargetkan, radioterapi dan sebagainya. Jika Anda mengalami nyeri punggung dan buang air besar tidak teratur, disarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi Anda. Penggunaan obat harus di bawah bimbingan dokter.