Gejala cerebral palsy pada bayi berusia tiga bulan terutama meliputi perkembangan motorik yang mundur, postur tubuh yang tidak normal, dan dapat disertai dengan kelainan elektroensefalogram (EEG). Cerebral palsy pada bayi berusia tiga bulan menyebabkan perkembangan neurologis, persepsi, motorik, bahasa, dan psikologis tertinggal dari anak normal, dan anak sering mengalami kejang-kejang, ketidakmampuan untuk menahan kepala, tangan dan kaki yang goyah, dan peningkatan atau penurunan tonus otot. Secara umum, gejala cerebral palsy pada bayi berusia tiga bulan sering tidak khas, mereka mungkin menunjukkan keterbelakangan dalam perkembangan intelektual dan motorik, ketidakmampuan untuk menahan kepala, tonus otot yang abnormal, dll. Pada kasus yang parah, sering terjadi kejang-kejang, tetapi karena usia bayi yang masih muda, perkembangan otaknya belum sempurna, dan biasanya sulit untuk mengidentifikasi kejang-kejang kecil. Diagnosis penyakit ini dapat dibantu dengan meningkatkan elektroensefalogram dan tes terkait lainnya. Bayi dengan cerebral palsy dapat dibantu untuk memperbaiki keterbelakangan perkembangannya melalui pelatihan fungsional dini, seperti latihan fisik, pelatihan keterampilan, pelatihan bahasa, dll. Obat antiepilepsi dapat diberikan di bawah bimbingan dokter jika kejang sering terjadi. Jika bayi Anda didiagnosis menderita cerebral palsy, disarankan agar ia menerima perawatan yang ditargetkan di bawah pengawasan dokter.