Klasifikasi risiko kanker tiroid dan penilaian prognosis

  Penilaian stadium risiko kanker tiroid dan prognosis

  Dalam manajemen klinis kanker tiroid, pasien dan kolega sering mengajukan pertanyaan tentang stadium, tingkat keparahan dan kriteria prognostik kanker tiroid.

  Sistem yang paling umum digunakan untuk menilai risiko dan prognosis kanker tiroid meliputi sistem AGES, sistem AMES dan sistem MACIS.

  1. Sistem AGES

  Skor = 0,05 × usia (≥40 tahun)

  + 1 (tahap 2)

  + 3 (tahap 3, 4)

  + 1 (invasi ekstraperitoneal)

  + 3 (metastasis jauh)

  + 0,2 × ukuran tumor (cm, diameter maksimum)

  Tingkat kelangsungan hidup 20 tahun:

  ≤3.99 = 99%

  4-4.99 = 80%

  5-5.99 = 67%

  ≥6 = 13%

  2. Sistem AMES (untuk kanker tiroid papiler dan folikel)

  Risiko rendah: muda (pria ≤40 tahun, wanita ≤50 tahun): tidak ada metastasis jauh

  Lebih tua (L >40 tahun, F >50 tahun).

  Karsinoma papiler intraglandular;

  Karsinoma folikel mikroinfiltrasi dari amplop;

  Diameter tumor primer <125px< p="">

  Risiko tinggi/metastasis jauh (tanpa memandang usia)

  Lebih tua (L >40 tahun, F >50 tahun).

  Karsinoma papiler infiltratif ekstratiroid;

  Karsinoma folikel yang menyusup secara ekstensif dari amplop;

  Diameter tumor primer 5>cm

  Tingkat kelangsungan hidup 20 tahun:

  Risiko rendah = 99%

  Risiko tinggi = 61%

  3. Sistem MACIS (untuk kanker tiroid papiler)

  Skor = 3,1 (usia <40 tahun) atau 0,08 × usia (usia ≥40 tahun)   + 0,3 × ukuran tumor (cm, diameter maksimum)   + 1 (tumor tidak diangkat seluruhnya)   + 1 (invasi lokal)   + 3 (metastasis jauh)   Tingkat kelangsungan hidup 20 tahun:   <6 = 99%   6-6.99 = 89%   7-7.99 = 56%   ≥8 = 24%   Sepanjang tiga sistem stadium yang dijelaskan di atas, usia dan adanya metastasis jauh (misalnya metastasis paru, metastasis tulang, dll.) adalah dua faktor terpenting yang mempengaruhi prognosis pasien dengan kanker tiroid terdiferensiasi. Jarang sekali pasien muda meninggal akibat kanker tiroid, bahkan jika ada keterlibatan kelenjar getah bening lokal, reseksi tumor yang tidak lengkap, atau bahkan jika tumor menyerang pembuluh darah dan selubung. Pada saat yang sama, masing-masing dari ketiga pendekatan ini memiliki karakteristiknya sendiri, dan setiap klinik kanker tiroid memiliki preferensi dalam penerapan klinisnya. Sebagai contoh, sistem MACIS menghindari subjektivitas persepsi dokter tentang penilaian patologis dan hanya menilai prognosis dalam lima aspek: metastasis jauh (M), usia (A), kelengkapan reseksi (C), adanya invasi lokal (I) dan ukuran tumor (S), yang merupakan metode yang relatif sederhana dan layak. Namun demikian, ini terutama cocok untuk pasien dengan kanker tiroid papiler. Sistem evaluasi ini berasal dari pengamatan yang cermat terhadap sampel besar pasien dan mungkin merupakan metode penilaian yang paling kredibel dan akurat yang tersedia.   Selain itu, seberapa banyak tiroid itu sendiri yang diangkat tidak berdampak pada prognosis, selama tumornya benar-benar diangkat. Tidak seperti tumor lainnya (misalnya payudara, kolorektal, paru-paru, dll.), pasien dengan kanker tiroid papiler tidak berdampak pada kelangsungan hidup bahkan jika mereka mengembangkan metastasis di kelenjar getah bening serviks. Dalam hal pasien, kondisi aktual setiap pasien kanker tiroid, termasuk pengobatan, sangat bervariasi. Untungnya, sebagian besar pasien dengan kanker tiroid dinilai memiliki grade yang rendah (skor MAICS di bawah 6,0) dan memiliki prognosis yang sangat baik setelah model klasik pembedahan + iodin-131 + tiroksin.   Penting untuk dicatat bahwa klasifikasi risiko dan sistem prognosis di atas hanya berlaku untuk kanker tiroid terdiferensiasi (papiler dan folikel). Karena karsinoma meduler dan karsinoma yang tidak berdiferensiasi sulit diukur, tidak ada metode klasifikasi yang dapat diandalkan untuk referensi klinis.