Studi baru mengatakan penggunaan ponsel tidak menyebabkan kanker otak

  Pertanyaan tentang apakah ponsel menyebabkan kanker, terutama kanker otak, telah memicu perdebatan hangat di komunitas ilmiah tahun ini. Dan sebuah penelitian besar di Denmark yang dirilis pada tanggal 21 Oktober memberikan bukti baru bahwa ponsel tidak menyebabkan kanker otak.  Perdebatan baru ini dipicu oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC). Pada bulan Mei tahun ini, IARC menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa penggunaan ponsel dan perangkat komunikasi nirkabel lainnya dalam jangka panjang dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker. Namun temuan ini segera ditentang oleh beberapa kelompok industri nirkabel. Pada bulan Juli, Cancer Research UK mengeluarkan laporan tentang masalah ini, yang mengatakan bahwa bukti yang ada tidak membuktikan bahwa penggunaan ponsel menyebabkan kanker.  Para peneliti dari Institut Epidemiologi Kanker Denmark dan institusi lainnya melaporkan dalam edisi terbaru British Medical Journal bahwa mereka mensurvei semua orang Denmark yang lahir setelah tahun 1925 dan berusia 30 tahun ke atas, dan berdasarkan informasi pendaftaran operator telepon seluler, mereka dibagi menjadi dua kelompok yaitu pengguna telepon seluler dan pengguna non-telepon seluler, di mana lebih dari 350.000 di antaranya adalah pengguna telepon seluler.  Pada saat yang sama, para peneliti mengamati jumlah penderita kanker otak di Denmark antara tahun 1990 dan 2007, ketika ponsel mulai banyak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 10.000 kasus kanker otak, tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan dalam tingkat kanker otak antara dua kelompok pelanggan ponsel dan bukan pelanggan ponsel.  Para peneliti mengatakan bahwa penelitian ini kuat karena mencakup seluruh populasi Denmark, ukuran sampelnya cukup besar dan hasilnya lebih dapat dipercaya. Namun, penelitian ini juga memiliki kelemahan yaitu kriteria yang digunakan untuk membagi dua kelompok adalah langganan ponsel, yang tidak sepenuhnya mencerminkan bagaimana mereka menggunakan ponsel, dan beberapa pengguna menggunakan ponsel mereka lebih sering daripada yang lain, dan penelitian ini tidak membedakan kelompok pengguna berat ini. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mendukung pandangan bahwa ponsel tidak menyebabkan kanker otak.  Apakah ada hubungan sebab akibat antara penggunaan ponsel dan kanker, terutama kanker otak, memerlukan penelitian lebih lanjut oleh komunitas ilmiah. Komunitas ilmiah dan badan pengatur nasional saat ini menekankan bahwa remaja harus menggunakan ponsel dengan hati-hati. Remaja memiliki telinga dan tengkorak yang lebih kecil dan lebih tipis daripada orang dewasa, dan otak mereka dikatakan menyerap 50% lebih banyak radiasi daripada orang dewasa saat menggunakan ponsel.