Temuan gastroskopi ulkus esofagus peri-lingkaran dengan peninggian mukosa, bagaimana cara mengobatinya

Temuan gastroskopi ulkus peri-sirkum-esofagus dan peninggian mukosa harus dioperasi sedini mungkin jika bersifat kanker, sementara pengobatan anti-Helicobacter pylori, penekan asam lambung, dan dinamika saluran cerna harus diberikan jika ulkus tersebut adalah ulkus sederhana. 1. Pembedahan: Bila gastroskopi menunjukkan adanya lesi prakanker atau kanker, biopsi harus dilakukan di sekitar tukak tepat waktu. Jika bersifat kanker, pembedahan dini yang dikombinasikan dengan radioterapi harus dilakukan setelah menyingkirkan metastasis jauh. 2. Anti-Helicobacter pylori: cocok untuk pasien dengan penyakit maag sederhana dan umumnya digunakan dalam terapi empat kali lipat, yaitu satu obat penekan asam yang dikombinasikan dengan satu agen bismut dan dua obat antibakteri. Obat penekan asam yang biasa digunakan adalah omeprazole, bismut yang biasa digunakan adalah bismut kalium sitrat, obat antibakteri yang biasa digunakan adalah amoksisilin dan klaritromisin. 3. Pengobatan penekan asam: penghambat pompa proton yang biasa digunakan seperti omeprazol atau penghambat reseptor histamin seperti famotidin. 4. Mempromosikan dinamika gastrointestinal: pasien maag sering disertai dengan dinamika gastrointestinal, menyebabkan distensi lambung, dispepsia, dll., Dapat diterapkan untuk meningkatkan dinamika gastrointestinal seperti pengobatan domperidone. Dianjurkan agar pasien gastroskopi dengan ulkus harus melakukan biopsi patologis, jika tidak ada lesi ganas harus mematuhi instruksi dokter untuk pengobatan ulkus, dan memperhatikan tinjauan rutin gastroskop, jika ada ketidaknyamanan, berkonsultasilah dengan dokter profesional pada waktu yang tepat.