Pasien dengan skoliosis menemui saya dan bertanya: Mengapa saya menderita skoliosis? Ini adalah pertanyaan yang sederhana dan kompleks, dimulai dengan setiap jenis skoliosis krural. Skoliosis Idiopatik “Idiopatik” berarti penyebabnya tidak diketahui. Kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan jenis skoliosis yang paling umum ini (80-85%), dan diperkirakan terkait dengan kelainan genetik, hormonal, endokrin, pertumbuhan dan perkembangan, serta disfungsi sistem keseimbangan neurologis. Istilah “bawaan” tidak mengacu pada kondisi genetik sepenuhnya, tetapi lebih kepada kelainan bentuk dan struktur tulang belakang yang terjadi selama perkembangan janin: satu atau lebih struktur tulang belakang dari tulang belakang kranial tidak terbentuk sempurna atau tulang belakang kranial tidak tersegmentasi dengan baik. Jenis skoliosis ini dapat disertai dengan kondisi lain, seperti kelainan bentuk jantung atau ginjal. Skoliosis krural kongenital dikaitkan dengan faktor genetik, serta sejumlah faktor lingkungan seperti kekurangan oksigen atau kekurangan vitamin selama perkembangan embrio pada saat kehamilan. Skoliosis kranial neurofibromatosis Skoliosis kranial neurofibromatosis disebabkan oleh erosi destruktif pada tulang belakang kranial oleh neurofibroma, yang penyebabnya adalah neurofibroma. Skoliosis Kranial Neuromuskular Kondisi apa pun yang melibatkan saraf dan otot dapat menyebabkan skoliosis kranial, yang paling sering terjadi akibat ketidakseimbangan otot dan otot yang melemah. Gangguan neuromuskuler yang umumnya menyebabkan skoliosis termasuk cerebral palsy, miastenia gravis, dan cedera tulang belakang. Skoliosis Kranial Degeneratif Jenis skoliosis kranial ini sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, terutama wanita yang lebih tua, karena penuaan cakram degeneratif dan osteoporosis kranial. Penting untuk dicatat bahwa skoliosis postural bukanlah skoliosis yang sebenarnya! Perbedaan terbesar di antara keduanya adalah bahwa skoliosis postural dapat dikoreksi oleh tubuh itu sendiri, sedangkan skoliosis sejati tidak dapat dikoreksi oleh tubuh itu sendiri.