Gagap pada bayi, umumnya dikenal sebagai gagap, adalah fenomena di mana ucapan tidak lancar dan pengulangan yang tidak disengaja serta perpanjangan ucapan menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Dalam hal manifestasi fisiologis, hal ini terutama disebabkan oleh ketegangan dan kejang otot-otot pernapasan, otot-otot laring dan organ-organ lain yang berhubungan dengan pengucapan, dan juga dapat disebabkan oleh gangguan psikologis yang timbul dari gangguan bicara, yang pada gilirannya mempengaruhi gangguan bicara, dan semacam gangguan bicara dan psikologis di mana bicara dan psikologi berinteraksi satu sama lain dan saling mempengaruhi. Anak yang baru bisa berbicara tidak terlalu jelas dalam berekspresi, maka orang tua tidak perlu cemas, dengan perkembangan dan fungsi otak anak, serta fungsi bicara, secara bertahap akan membaik, namun jika anak gagap dalam tahap pembentukan ucapan, perlu diperbaiki tepat waktu, orang tua tidak perlu cemas, mengolok-olok, dan terlebih lagi tidak boleh mengintimidasi, membenci, bahkan memarahi, agar anak bisa berbicara dan berbicara dengan pelan, tanpa ketegangan, tanpa disengaja, untuk pikiran normal. Jika orang tua gugup, anak akan mendapatkan petunjuk dan menjadi lebih gugup, dan bicaranya akan menjadi lebih buruk.