Bayi yang tidur dengan kepala menggeleng-geleng dapat disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk perkembangan saraf, kondisi kulit wajah, kekurangan vitamin D, dan gangguan telinga.
1. Perkembangan saraf: Sistem saraf vestibular dan sistem saraf pusat bayi belum sepenuhnya berkembang, sehingga bayi sering melakukan beberapa gerakan gemetar, yang merupakan manifestasi dari pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf, jadi tidak perlu terlalu khawatir.
2. Masalah kulit wajah: Jika bayi terinfeksi bakteri, jamur, parasit dan patogen lainnya, atau terpapar zat alergen, sehingga mengakibatkan eksim, ruam keringat atau dermatitis atopik pada wajah, untuk meringankan gejala gatal-gatal, bayi sering melakukan gerakan menggaruk.
3. Kekurangan vitamin D: Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan malabsorpsi kalsium, yang pada gilirannya menyebabkan keringat berlebih, rangsangan keringat pada kulit kepala akan membuat bayi merasa tidak nyaman, dan dengan demikian akan sering menggeleng-gelengkan kepala.
4. Penyakit telinga: Jika bayi menderita otitis media atau masalah kulit telinga, maka akan menyebabkan ketidaknyamanan, yang pada gilirannya akan menyebabkan bayi sering menggelengkan kepala.
Bayi tidur dengan kepala gemetar bolak-balik, mungkin ada alasan lain, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk meningkatkan pemeriksaan untuk mengklarifikasi penyebab penyakit, untuk memberikan perawatan atau perawatan yang ditargetkan.