Berapa lama seseorang biasanya hidup setelah radioterapi untuk kanker hati

Tingkat kelangsungan hidup kanker hati setelah radioterapi selama lebih dari 2-3 tahun adalah 45,3% hingga 70%. Radioterapi dibagi menjadi radioterapi eksternal dan radioterapi internal. Terapi radiasi eksternal adalah menyinari tumor dari luar tubuh dengan menggunakan sinar (foton atau partikel) yang dihasilkan oleh peralatan radioterapi. Terapi radiasi internal menggunakan radionuklida, yang ditanamkan ke dalam tumor melalui tabung tubuh atau melalui saluran jarum. Terapi radiasi eksternal cocok untuk: pasien stadium awal yang tidak mau atau tidak mampu menjalani pembedahan, pasien stadium menengah yang membutuhkan terapi tambahan pasca operasi, pasien stadium progresif atau stadium lanjut dengan oligometastasis, dan sebagian pasien yang tidak dapat menjalani pembedahan tetapi ingin tumornya menyusut atau mengecil dengan radioterapi untuk terapi konversi. Namun, radioterapi biasanya dikombinasikan dengan pengobatan lain, seperti TACE yang dikombinasikan dengan radioterapi dan pembedahan yang dikombinasikan dengan radioterapi. Selain itu, prognosisnya terkait dengan kondisi pasien (stadium, dll.), kondisi fisik pasien, dan respons terhadap pengobatan, yang bervariasi dari satu orang ke orang lain. Menurut sebuah penelitian, TACE yang dikombinasikan dengan radioterapi dapat secara signifikan meningkatkan prognosis pasien, dan tingkat kelangsungan hidup 1 tahun kelompok TACE adalah 73,33%, yang secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok TACE (53,57%). Penelitian lain menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup keseluruhan 1 tahun pasien yang diobati dengan radioterapi setelah operasi adalah sekitar 80%, tingkat kelangsungan hidup keseluruhan 3 tahun sekitar 45%, dan tingkat kelangsungan hidup keseluruhan 5 tahun hanya sekitar 20%. Sebagai kesimpulan, disarankan agar pasien yang didiagnosis menderita kanker hati harus pergi ke rumah sakit secara teratur untuk mengevaluasi kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk bekerja sama dengan pengobatan, sehingga dapat mengontrol perkembangan penyakit dan meningkatkan prognosis pasien.