Apa yang harus diperhatikan dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis

Pencegahan dan pengendalian tuberkulosis harus memperhatikan vaksinasi BCG untuk bayi baru lahir, deteksi kasus, pengawasan kemoterapi jangka pendek, profilaksis farmakologis, dan memutus jalur penularan. 1. Vaksinasi BCG untuk bayi baru lahir: bayi baru lahir harus divaksinasi dengan vaksin BCG sedini mungkin (biasanya dalam waktu 24 jam setelah lahir) dan selambat-lambatnya dalam usia 1 tahun. 2. Deteksi kasus: WHO merekomendasikan bahwa deteksi tuberkulosis mengikuti prinsip deteksi pasif melalui konsultasi gejala. Selain itu, skrining populasi kunci dapat dilakukan pada kelompok berisiko tinggi TB dan daerah endemis tinggi. 3. Kemoterapi jangka pendek yang diawasi: pasien diharuskan minum obat di bawah pengawasan staf medis, yaitu memberikan obat ke tangan dan mengawasi obat masuk ke dalam mulut. 4. Pengobatan profilaksis farmakologis: Program pengobatan profilaksis yang direkomendasikan WHO saat ini terutama menggunakan pengobatan isoniazid. 5. Memutus jalur penularan: Memperkuat publisitas dan edukasi, mendidik pasien untuk memakai masker dan memperkuat ventilasi dalam ruangan. Ketika TB ditemukan, pasien harus segera pergi ke rumah sakit setempat atau CDC untuk mendapatkan pengobatan.