Pasien dengan neuromielitis optik optik yang berada dalam kondisi stabil umumnya tidak memerlukan pengobatan seumur hidup, tetapi secara spesifik tergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien.
Pasien dengan neuromielitis optika dapat menggunakan obat hormonal untuk menghambat respons imun, seperti prednisolon, untuk mengurangi peradangan dan menghilangkan gejala, serta meredakan ketidaknyamanan pasien. Setelah kondisi pasien stabil, jumlah obat hormon yang digunakan biasanya dapat dikurangi secara perlahan untuk menghindari penghentian obat secara tiba-tiba, yang dapat menyebabkan kambuhnya kondisi tersebut. Jika kondisinya tetap stabil, pasien dapat menghentikan penggunaan obat dan tidak perlu minum obat selama sisa hidupnya.
Jika kondisinya tetap stabil, pasien dapat berhenti menggunakan obat dan tidak perlu meminumnya seumur hidup. Namun, jika kondisinya serius, pasien mungkin perlu meminum obat seumur hidup untuk menjaga kestabilan kondisinya, dan rencana pengobatan spesifik harus ditentukan di bawah bimbingan dokter.
Neuromielitis optik biasanya disebabkan oleh reaksi autoimun, di mana peradangan menyebar ke saraf optik dan jaringan sumsum tulang belakang, sehingga menyebabkan pasien menderita kehilangan penglihatan, gangguan gerakan somatik, gangguan somatosensorik, dan manifestasi lainnya, yang memengaruhi kualitas hidup pasien. Pada kasus yang parah, pasien bahkan dapat mengalami gagal napas, yang dapat mengancam nyawa.
Disarankan agar pasien dengan neuromielitis optik optik harus segera mencari pertolongan medis untuk menilai kondisinya dan mengikuti instruksi dokter untuk pengobatan.