1. Apa yang dimaksud dengan penyakit Raynaud (tanda)? Penyakit Raynaud adalah sekelompok gangguan kejang arteri perifer paroksismal yang disebabkan oleh disfungsi saraf vaskular. Penyakit Raynaud dinamai menurut nama dokter Prancis Raynaud, yang pertama kali melaporkan 25 kasus penyakit iskemik episodik pada jari-jari tangan yang disebabkan oleh kejang arteri jari pada tahun 1862. “Hal ini mengarah pada konsep fenomena Raynaud. Nomenklatur penyakit ini saat ini cenderung secara kolektif disebut “Sindrom Raynaud”, yang mencakup penyakit Raynaud primer dan fenomena Raynaud yang disebabkan oleh penyakit sistemik lainnya. 2. Apa saja manifestasi klinis penyakit Raynaud? Sindrom Raynaud sering dipicu oleh rangsangan dingin atau stres emosional. Fase pucat, sianotik dan memerah disertai dengan rasa sakit yang menyengat pada ekstremitas, yang akan menghilang ketika warna kulit kembali normal. Episode yang berulang dapat menyebabkan perubahan distrofi pada kulit jari-jari tangan dan kaki, seperti ulkus jari atau pembentukan gangren. Umumnya terjadi pada ekstremitas atas dan tangan, dan kadang-kadang pada ekstremitas bawah, mulut, bibir, dan puting. Usia onset biasanya antara 20 dan 30 tahun, dengan prevalensi di daerah dingin dan musim dingin. 3. Apa penyebab dan mekanisme sindrom Raynaud? Penyebab sindrom Raynaud masih belum jelas, tetapi mungkin terkait dengan disfungsi saraf simpatis, kerusakan endotel pembuluh darah, kelainan neurohormonal, kelainan hematologi, dan kelainan gonad. Rangsangan dingin, stres emosional, kegugupan dan gangguan endokrin adalah pemicu utama. Mekanisme patologisnya terutama adalah kejang yang hebat pada otot kecil dan arteri jari (kaki), menyebabkan iskemia jaringan (fase pucat), hipoksia dan akumulasi metabolit (fase sianotik), diikuti oleh vasodilatasi, kongesti jaringan dan reperfusi (fase memerah), perbaikan hipoksia dan penghilangan akumulasi metabolit (kembali normal). Penelitian telah menunjukkan bahwa saraf otonom dan sensorik perivaskular, sel endotel pembuluh darah, dan otot polos pembuluh darah, semuanya terlibat dalam regulasi vasodilatasi dan kontraksi. Patogenesis sindrom Raynaud terdiri dari tiga hal: (1) mekanisme neurogenik; (2) interaksi antara darah dan dinding pembuluh darah; (3) kelainan inflamasi dan respons imun. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien sering kali hiperaktif secara simpatis, dan agen penghambat simpatis dapat meredakan gejala, sehingga hipereksitabilitas simpatis mungkin merupakan penyebab utama sindrom ini, sementara dua yang terakhir sering dikaitkan dengan fenomena Raynaud sekunder. 4 . Bagaimana cara mengobati sindrom Raynaud? A. Obat: Nifedipin, reserpin, prostaglandin, herbal penghangat. B . Perawatan bedah: Pasien yang tidak diobati oleh penyakit dalam dan memiliki gejala iskemik yang parah atau tidak dapat melanjutkan penggunaan obat karena efek samping obat itu sendiri dapat diobati dengan metode bedah. Saat ini, metode pembedahan yang umum digunakan adalah blok saraf simpatis toraks bagian atas secara torakoskopi, simpatektomi toraks kimiawi, blok ganglion bintang, dan reseksi ujung saraf simpatis ekstra arteri. Perawatan bedah secara signifikan dapat memperbaiki gejala iskemik pada tungkai akhir, mempercepat penyembuhan ulkus, mengurangi rasa sakit, mengurangi kejadian gangren dan amputasi jari tangan (kaki), dan meningkatkan kualitas hidup pasien. C. Perawatan intervensi invasif minimal: Mengingat fakta bahwa patogenesis utama sindrom Raynaud adalah kejang reaktif pembuluh darah kecil yang disebabkan oleh eksitasi berlebihan pada saraf simpatis toraks, kami mengadopsi teknik perawatan intervensi invasif minimal “blok saraf simpatis toraks perkutan yang dipandu oleh CT” untuk meredakan eksitasi berlebihan pada saraf simpatis toraks, yang telah mencapai hasil yang baik. Keuntungan dari teknik ini termasuk tidak ada pembedahan, trauma minimal (hanya dua jarum halus yang dimasukkan dari belakang), efek yang cepat (5 menit setelah injeksi blok), pemulihan yang cepat (pasien dapat berjalan setelah pengangkatan jarum) dan biaya yang rendah (kurang dari 1/2 dari biaya bedah torakoskopi), yang layak untuk dipromosikan secara klinis. D. Untuk fenomena Raynaud sekunder, penyakit primer harus diobati pada waktu yang sama. E. Pencegahan Sindrom Raynaud: Kunci untuk mencegah sindrom Raynaud adalah dengan memperkuat tindakan kehangatan, meringankan tekanan mental pada waktunya dan menjaga suasana hati yang bahagia.