Konjungtivitis dapat disebabkan oleh infeksi mikroba, alergi, rangsangan fisik dan kimiawi, dll. Manifestasi utama adalah sensasi benda asing, sensasi terbakar, kelopak mata yang berat, peningkatan sekresi, fotofobia, robek dan berbagai tingkat kehilangan penglihatan ketika lesi melibatkan kornea. 1. Infeksi mikroba: Penyebab yang lebih umum dari konjungtivitis adalah infeksi virus, bakteri, dan klamidia, yang dapat disebabkan oleh kurangnya perhatian terhadap kebersihan mata, seringnya mengucek mata dengan kedua tangan, atau kontak dekat dengan pasien konjungtivitis. Alergi: Konjungtivitis disebabkan oleh respons imun hipersensitif konjungtiva pasien terhadap rangsangan alergen, seperti rambut, serbuk sari, dan bulu. Penyebaran: Jika peradangan terjadi di daerah lain yang berdekatan termasuk kornea, sklera, kelopak mata, rongga hidung, dll, dapat menyebar ke konjungtiva dan menyebabkan konjungtivitis; 5. Sekunder untuk penyakit sistemik: Misalnya, tuberkulosis, sifilis, penyakit tiroid, penyakit Kawasaki, dll dapat bermanifestasi di konjungtiva dan perlu diklarifikasi dengan pemeriksaan medis yang tepat waktu; 6. Lainnya: Tumor mata, saluran air mata tersumbat, dan penyakit lain juga dapat menyebabkan konjungtivitis. Diagnosis perlu dibuat dengan menggabungkan gejala, riwayat medis dan investigasi yang relevan. Dalam kehidupan sehari-hari, pasien dengan konjungtivitis harus memperhatikan kebersihan tangan, mengembangkan kebiasaan mencuci tangan secara teratur, tidak menggosok mata dengan tangan yang kotor, memotong kuku secara teratur, dan tidak menggunakan handuk dan wastafel umum.