Merokok dapat mengubah suara, karena konstitusi pribadi pasien ada perbedaan besar, sehingga tidak dapat disamaratakan.
Merokok tembakau setelah pembakaran dapat menghasilkan nikotin, karbon monoksida, tar dan zat lainnya, dan akan masuk ke permukaan mukosa faring pasien, pasien jika sejumlah besar merokok dalam jangka panjang, lama kelamaan dapat menyebabkan tingkat rangsangan tertentu pada permukaan mukosa faring, edema mukosa, hidung tersumbat dan sebagainya, yang disebabkan oleh perubahan kualitas pita suara dan morfologi, yang mengakibatkan perubahan suara.
Disarankan agar pasien berusaha menghindari merokok dalam kehidupan sehari-hari, dan minum air putih secara tepat waktu, hindari makanan pedas dan mengiritasi, jika tidak maka dapat menyebabkan kerusakan pada tenggorokan dan bagian lainnya.
Pasien yang mengalami ketidaknyamanan tenggorokan juga harus pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk mengidentifikasi penyebab penyakit dan menstandarisasi pengobatan.