Sindrom saluran napas atas ditandai dengan batuk kronis, rasa menggelitik pada tenggorokan dan hidung tersumbat. Sindrom saluran napas atas secara klinis dikenal sebagai sindrom batuk saluran napas atas dan sebelumnya dikenal sebagai sindrom postnasal drip. Sindrom batuk saluran napas atas dikaitkan dengan berbagai kondisi seperti rinitis alergi, sinusitis, faringitis, radang tenggorokan, dan epiglottitis. Gejala umum pada pasien sindrom batuk saluran napas atas adalah batuk kronis, yang biasanya terlihat pada pagi hari atau saat berganti posisi. Selain batuk dan dahak, dapat terjadi peningkatan sekresi hidung, hidung tersumbat, sering berdehem, perlekatan lendir faring, postnasal drip, dan gejala lainnya. Selain itu, dapat juga terjadi manifestasi rhinitis alergi alergi, seperti gatal pada hidung, bersin-bersin, pilek berair dan sebagainya. Pengobatan dengan obat yang biasa digunakan adalah antihistamin, seperti cetirizine hidroklorida, loratadine, ebastine dan obat lainnya. Sindrom batuk saluran napas bagian atas harus memperhatikan pengobatan dan pencegahan dini, perlu pergi ke rumah sakit tepat waktu, ikuti petunjuk dokter untuk perawatan dan pengobatan.