Apakah kepribadian ganda benar-benar ada?

Kepribadian ganda secara klinis nyata dan secara medis dikenal sebagai Gangguan Identitas Disosiatif (Dissociative Identity Disorder/DIDD), yang merupakan gangguan kejiwaan yang ditandai terutama oleh disintegrasi identitas. Gangguan Identitas Disosiatif ditandai dengan disintegrasi identitas, yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk setidaknya dua kepribadian atau identitas yang berbeda yang dapat ada pada satu individu, dengan hanya satu kepribadian atau identitas yang paling lengkap dan menonjol pada satu waktu. Pasien dengan gangguan identitas disosiatif sering kali perlu dirangsang oleh orang, objek, atau peristiwa di lingkungannya sebelum berganti kepribadian atau identitas, dan dapat disertai dengan gejala kecemasan atau depresi, halusinasi, dan gejala lainnya. Gangguan ini ditangani secara klinis dengan psikoterapi, yang bertujuan untuk menstabilkan setiap kepribadian dan mengintegrasikan berbagai kepribadian. Selain itu, pasien dengan gejala kecemasan atau depresi dapat diobati dengan obat anti-kecemasan (buspirone) dan anti-depresi (sertraline, dll.). Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda mengalami gangguan identitas disosiatif, Anda harus mencari pertolongan medis.