Jumlah darah yang tinggi tidak berbahaya. Dalam praktik klinis, peningkatan hemoglobin tidak memiliki nilai diagnostik spesifik tertentu. Namun demikian, berbagai penyakit dapat menyebabkan sedimentasi darah yang tinggi, sehingga penting untuk melihat penyakit tertentu, yaitu penyakit utama yang menyebabkan kerusakan pada tubuh. Sebagai contoh, berbagai penyakit inflamasi dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi darah, seperti lesi inflamasi yang disebabkan oleh berbagai infeksi bakteri, virus, klamidia, mikoplasma, dan jamur, yang dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi darah yang signifikan. Ada juga kondisi inflamasi non supuratif seperti penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, lupus eritematosus sistemik dan berbagai vaskulitis yang dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi darah dan tentu saja dapat mengancam jiwa. Selain itu, ada juga penyakit neoplastik yang dapat menyebabkan peningkatan sedimentasi darah, seperti kanker paru-paru, kanker perut, limfoma dan leukemia. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab utama, yaitu apa yang menyebabkan peningkatan sedimentasi darah, dan kemudian menentukan bahayanya.