Pasien dengan defisiensi qi tidak boleh hanya beristirahat atau berolahraga, mereka harus menggabungkan pekerjaan dan istirahat, dan fokus pada istirahat dan penyembuhan. Kekurangan Qi mengacu pada kekurangan energi vital pasien, yang mengakibatkan berkurangnya fungsi daya dorong, kehangatan, dan pertahanan Qi, dan dengan demikian pasien mungkin menderita sesak napas, sesak di dada, suara pelan, kelesuan mental, kehilangan nafsu makan, dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari, fokus utama haruslah pada pemulihan yang tenang, memastikan istirahat yang cukup, dan menggabungkan pekerjaan dan waktu luang dengan olahraga yang sesuai. Jika seseorang berdiam diri, itu juga akan menguras energi vitalnya dan memperparah gejalanya. Olahraga yang tepat dapat memobilisasi qi untuk meringankan gejala, tetapi harus berhati-hati agar tidak terlalu berat untuk menghindari penipisan qi positif. Jika gejala kekurangan qi jelas-jelas serius, seseorang dapat mengikuti saran dokter untuk mengonsumsi pil penguat qi untuk pengobatan. Jika gejala kekurangan qi terjadi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan di bawah bimbingan dokter.